RIBUAN GURU HONORER BERONTAK ! INI PENYEBABNYA..

Posted on

Selain itu, ia juga menuntut pemerintah daerah meningkatkan gaji dan tunjangan para guru honorer. Halim mengatakan jumlah gaji mereka masih jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor yang mencapai Rp 3,2 juta. “Mereka ini hanya dapat 15 persen dari dana BOS atau sekitar Rp 450.000 setiap bulannya,” katanya.

Aksi para guru sempat diwarnai kericuhan dengan aparat keamanan. Kericuhan dipicu kekecewaan para guru yang tidak bisa menemui Bupati Bogor Nurhayanti padahal ia berada di kantornya saat aksi berlangsung. Kericuhan bisa diredam setelah perwakilan massa diterima Kepala Dinas Pendidikan setempat, TB Luthfie Syam.

Pengangkatan guru honorer
Seusai pertemuan, Luthfie mengakui tuntutan para guru honorer sebenarnya sudah dipenuhi pemerintah daerah. Terkait SK pengangkatan honorer, ia menegaskan hal itu memang tidak diatur pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Bogor, kata dia, hanya mengeluarkan surat tugas yang ditandatangani bupati.

“Kita tidak mengeluarkan surat keputusan. Kita mengeluarkan surat tugas karena memang Permendikbud nomor 8 tahun 2017 Tentang Pengelolaan BOS menyebutkan begitu,” kata Luthfie seusai menemui para guru di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor.

Dalam aturan itu disebutkan para guru honorer mendapatkan alokasi dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setelah mendapat surat tugas dari pemerintah daerah. Sedangkan di Kabupaten Bogor, Luthfie mengatakan, surat tugas yang biasanya cukup ditandatangani kepala dinas, justru ditandatangani bupati untuk lebih meningkatkan nilainya.

Baca Selanjutnya Di Pages >> 3

loading...