BEGINI KISAH WALIKOTA POPULER IBU RISMA YANG DIHINA PIHAK SEKOLAH SAAT MENYAMAR JADI WALI MURID

Posted on

“Yang Mulia, ini tidak adil bagi orang miskin,” ungkap Risma dengan suara sumbang.

Bibir Risma tampak bergetar, suaranya semakin mengecil. Risma tetap berusaha melanjutkan pandangannya soal sistem pendidikan di Surabaya. Dia menambahkan, tak hanya peserta didik, tenaga pengajar juga belum mendapatkan kehidupan yang layak.

Ketika menjadi Wali Kota Surabaya, Risma berjanji akan meningkatkan anggaran pendidikan di Surabaya. Saat ini, Risma mengatakan, anggaran pendidikan di Surabaya lebih tinggi dari anggaran nasional sebesar 20 persen. Anggaran pendidikan di Surabaya selalu di atas 30 persen dari APBD sejak 2011. Risma tidak mau ada anak-anak putus sekolah karena tak bisa membayar uang sekolah.

“Karena saya ingin beri tahu kepada masyarakat, pendidikan itu hak semua orang. Siapapun dia, biarpun mereka miskin,” tegasnya.

Sidang perkara gugatan terhadap Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang berisi pengalihan wewenang penyelenggaraan pendidikan kepada pemerintah provinsi‎‎ dengan agenda mendengarkan keterangan saksi berakhir pukul 13:25 WIB. Hakim Arief memutuskan akan melanjutkan sidang pada Rabu 16 Juni dengan agenda pembacaan kesimpulan.

Usai sidang, Risma berharap hakim mengabulkan gugatan warga Surabaya. Menurut Risma, peserta didik sudah kehilangan rasa hormat kepada orang tua. Jika Pemkot tidak memiliki kewenangan mengatur pendidikan SMA/SMK, maka dirinya tidak bisa mempertemukan siswa, orang tua dan guru.

“Sekarang anak-anak takutnya sama guru dan Satpol PP. Saya ingin siswa yang berbuat salah meminta maaf kepada orang tua di hadapan guru. Bagaimana mungkin kita bisa memanggil guru kalau kita tidak punya wewenanag. Ini agar kita bisa menangani anak-anak secara komprehensif,” harapnya.

Sumber : metrotvnews

Demikian informasi yang dapat berkobar.com berikan semoga ada manfaatnya untuk kita semua………….

loading...