SEGERA RESMI DIBERLAKUKAN...!!! SEKOLAH LIMA HARI DENGAN JUMLAH MATA PELAJARAN YANG DIKURANGI

Berkobar.com - Assalamualaikum wr wb dan Salam sejahtera untuk kita semua...

Terkait Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy yang akan menetapkan hari Sabtu dan Minggu sebagai libur nasional bagi siswa sekolah ternyata sudah lama diterapkan di Kabupaten Purwakarta. Semenjak kabupaten ini dipimpin oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada Tahun 2008, falsafah kearifan lokal langsung diterjemahkan ke dalam kebijakan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.

Hasil gambar untuk mendikbud muhadjir effendy
gambar ilustrasi

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, keputusan Sabtu sebagai hari libur pendidikan nasional segera dikeluarkan. Dengan keputusan itu, seluruh daerah bakal kompak meliburkan siswa setiap Sabtu dan Minggu. 

Saat pertama kali menerapkan kebijakan sekolah lima hari, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengemukakan alasan dibalik pemberlakuan kebijakan tersebut adalah pelajar harus memiliki waktu yang cukup untuk bercengkrama bersama keluarga. Sehingga pendidikan informal dalam hal ini didapat oleh pelajar melalui transformasi nilai yang dilakukan oleh para orang tua mereka di rumah.

“Kita sejak Tahun 2008 melakukan itu. Jam mata pelajaran di sekolah kita padatkan, masuk jam 6 pagi serentak di seluruh sekolah baik desa maupun kota. Sementara jadwal pulang, anak-anak yang bersekolah di desa pulang jam 11 siang, anak-anak yang bersekolah di kota pulang jam 12 siang. Waktu bersama keluarga menjadi lebih banyak,” kata Dedi kepada para awak media.

Bukan hanya pengurangan jam pelajaran di sekolah yang sudah diberlakukan oleh Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. Kali ini, Dedi memiliki gagasan agar mata pelajaran di sekolah juga dikurangi. Dia beralasan, sisi aplikatif dari

nilai-nilai akademik jauh lebih penting daripada sekedar mempelajari sisi teoritiknya.

“Jika Bapak Mendikbud mengizinkan, kami di Purwakarta akan mengurangi jumlah mata pelajaran. Ini sudah terlalu banyak dan tidak efektif untuk perkembangan generasi kita ke depan. Misalnya untuk tingkatan Sekolah Dasar cukup diajarkan ‘Calistung’ (Baca, Tulis, Hitung) saja. Lain-lainnya bisa langsung diajak praktik, jadi disampaikan tidak dalam bentuk teorinya,” jelas Dedi.

Dedi mencontohkan mata pelajaran yang lebih mengarang pada sisi aplikatif adalah Pendidikan Kewarganegaraan. Anak-anak sekolah dapat langsung diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan vandalisme dan diajak untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif lain yang mencerminkan karakter manusia Indonesia.

Demikian informasi yang kami sampaikan seperti yang kami lansir dari cidahu. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.berkobar.com. Kami senantiasa memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber. Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!

0 Response to "SEGERA RESMI DIBERLAKUKAN...!!! SEKOLAH LIMA HARI DENGAN JUMLAH MATA PELAJARAN YANG DIKURANGI"

Post a Comment