PEMERINTAH AKAN MEMBUKA 7000 KUOTA GGD TAHUN 2106

Berkobar.com - Pihak Kemenpan-RB dan Kemendikbud kini telah menyiapkan Kuota Guru Garis Depan (GGD) 2016 sebanyak 7.000 orang. Para CPNS GGD yang lolos seleksi, akan ditempatkan di 93 kabupaten tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Lalu apa saja Syarat Kriteria Seleksi CPNS GGD tahun 2016? Sampai hari ini Syarat Kriteria Seleksi CPNS GGD tahun 2016 secara resmi belum dipublikasikan. Namun menurut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata sebagaimana masih dirilis dalam radartega.cl.com, syarat atau kriteria untuk ikut seleksi CPNS GGD tahun 2016 sangat ketat. Tidak bisa hanya sekedar berbekal ijazah lulus sarjana pendidikan saja. Tetapi harus pernah mengikuti program sarjana mengajar di kawasan 3T dan telah mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).


Walaupun Syarat resmi CPNS GGD 2016 belum dirilis, namun kita bisa mengambil syarat penerimaan Guru garis depan 2015 sebagai acuan, diharapkan nantinya tidak akan jauh beda antara syarat GGD 2016 dengan tahun sebelumnya.
Berikut syarat Seleksi CPNS Guru Garis Depan 2015:

1.Harus lulus dari LPTK
2.Mengikuti seleski Program SM-3T(Administrasu, Tes Oline,Wawancara,Prakondisi).
3.Pengabdian selama 1 tahun di daerah 3T (terdepan, terluar dan Tertinggal)
4.mengikuti Program PPG pasca SM-3T berasrama selama 1 tahun
5.Lulus Tes UTL dan UTN (Dibuktikan dengan sertifikat pendidik)
6.Tes CPNS formasi khusus SM-3T
7.dinobatkan sebagai guru garis depan


Bagi sobat Guru yang belum pernah mengikuti program SM-3T, silahkan buka perekrutan CPNS SM-3T dari kemendikbud 2016  di bawah ini Mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nomor: 2066/A.A3/KP/2016 tentang Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru Garis Depan (GGD) Tahun 2016 tampaknya  Syarat Kriteria Seleksi CPNS GGD Tahun 2016 akan dipublikasi secara resmi melalui laman http://cpns.kemdikbud.go.id/.

Berikut daftar daerah yang akan membuka formasi CPNS GGD 2016:
Kab. Aceh Selatan Provinsi Aceh
Kab. Aceh Timur Provinsi Aceh
Kab. Pandeglang Provinsi Banten
Kab. Seluma Provinsi Bengkulu
Kab. Boalemo Provinsi Gorontalo
Kab. Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo
Kab. Pahuwato Provinsi Gorontalo
Kab. Bandung Barat Provinsi Jawa Barat
Kab. Bondowoso Provinsi Jawa Timur
Kab. Situbondo Provinsi Jawa Timur
Kab. Bangkalan Provinsi Jawa Timur
Kab. Sampang Provinsi Jawa Timur
Kab. Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Landak Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Melawi Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Sambas Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Sanggau Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Sintang Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan
Kab. Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah
Kab. Berau Provinsi Kalimantan Timur
Kab. Malinau Provinsi Kalimantan Utara
Kab. Nunukan Provinsi Kalimantan Utara
Kab. Karimun Provinsi Kep. Riau
Kep. Riau
Kab. Natuna Provinsi Kep. Riau
Kab. Kep. Anambas Provinsi Kep. Riau
Kab. Lampung Barat Provinsi Lampung
Kab. Pesisir Barat Provinsi Lampung
Kab. Kep. Aru Provinsi Maluku
Kab. Maluku Barat Daya Provinsi Maluku
Kab. Buru Provinsi Maluku
Kab. Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara
Kab. Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara
Kab. Kep. Morotai Provinsi Maluku Utara
Kab. Kep. Sula Provinsi Maluku Utara
Kab. Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Biak Numfor Provinsi Papua
Kab. Pegunungan Bintang Provinsi Papua
Kab. Sarmi Provinsi Papua


Kab. Keerom Provinsi Papua
Kab. Lanny Jaya Provinsi Papua
Kab. Yalimo Provinsi Papua
Kab. Kaimana Provinsi Papua Barat
Kab. Raja Ampat Provinsi Papua Barat
Kab. Sorong Provinsi Papua Barat
Kab. Sorong Selatan Provinsi Papua Barat
Kab. Indragiri Hilir Provinsi Riau
Kab. Kep. Meranti Provinsi Riau
Kab. Bengkalis Provinsi Riau
Kab. Rokan Hilir Provinsi Riau
Kab. Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat
Kab. Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan
Kab. Banggai Kep. Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Buol Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara
Kab. Konawe Kep. Provinsi Sulawesi Tenggara
Kab. Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara
Kab. Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
Kab. Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara
Kab. Kep. Sangihe Provinsi Sulawesi Utara
Kab. Kep. Talaud Provinsi Sulawesi Utara
Kab. Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat
Kab. Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat
Kab. Kep. Mentawai Provinsi Sumatera Barat
Kab. Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan
Kab. Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan
Kab. Nias Provinsi Sumatera Utara
Kab. Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara
Kab. Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara

Demikian informasi yang kami sampaikan seperti yang kami lansir dari ainamulyana.blogspot.co.id. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silahkan kunjungi laman DISINI

0 Response to "PEMERINTAH AKAN MEMBUKA 7000 KUOTA GGD TAHUN 2106"

Post a Comment