Bola Tangkas

MIRIS... ENAM BULAN TAK DIBAYAR, GURU MADRASAH TUNTUT PENCAIRAN HONOR

Berkobar.com - Miris, itu  kata yang tepat  untuk  para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Sejumlah  guru madrasah berstatus  honor daerah (honda)  di Kota Cilegon belum dibayarkan sejak enam bulan lalu. 

Padahal, seharusnya honor dibayarkan setiap tiga bulan sekali oleh Pemkot Cilegon. 

Enam Bulan Tak Dibayar, Guru Madrasah Tuntut Pencairan Honor

Sejumlah guru madrasah dan organisasi yang menaungi guru madrasah meminta Pemkot Cilegon segera mencairakan honor tersebut.

Salah satu guru madrasah di Kecamatan Cibeber, Aip Syafilloh mengatakan, sejak awal 2016 ia belum menerima honor guru madrasah dari Pemkot Cilegon. 

Padahal, seharusnya ia sudah menerima honor sebanyak dua kali, yakni Maret dan Juni. “Harusnya honor dirapel di bulan Maret dan Juni, tapi sampai Juli kami belum dapat honor sama sekali,” katanya kepada Radar Banten (Jawa Pos Group),  Senin (11/7).


Aip mengungkapkan, ia dan beberapa rekan guru lain biasa menerima honor sebesar Rp400 ribu per bulan. Lantaran belum diterima honor tersebut, para guru honorer di madrasah terpaksa gigit jari saat Lebaran. 

“Kami dijanjikan honor cair sebelum Lebaran, tapi nyatanya sampai sekarang belum cair juga. Kami harap honor itu dapat segera cair, kalau mengandalkan gaji kami cuma dapat Rp300 ribu per bulan dan itu jelas tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. 

Misri, guru lainnya mengaku dari awal puasa hingga mendekati Lebaran ia dan guru madrasah lain dituntut untuk melengkapi pesyaratan pencairan honor. Mekanisme pencairan yang semula ditangani Dinas Pendidikan, kini beralih ke Bagian Kesra. 

Ia bahkan memilih tidak mudik lantaran tidak memiliki ongkos pulang. Kata dia, awalnya ia berencana untuk menggunkan honor yang ia harapkan akan dibayarkan pada akhir Juni lalu. 

“Kalau saya dibayarkan tadinya mau buat mudik dengan keluarga, karena belum cair terpaksa saya tidak pulang ke Lampung,” katanya. 

Sementara itu, Kasubag Bina Keagamaan Kesra Setda Pemkot Cilegon Sabit menjelaskan, tertundanya pencairan honor lantaran pihaknya harus memvalidasi rekening guru. 

“Kalau sekarang kan masuk ke dana hibah dan ada aturan dan tahapan yang harus dilalui agar tidak ada masalah di kemudian hari,” jelasnya.

Ia mengaku sudah berupaya untuk mempercepat proses pencairan. Pihaknya juga berencana mencairkan honor selama enam bulan ini dalam waktu dekat. 

“Kami minta guru madrasah sabar untuk menunggu, karena kami juga masih dalam proses melengkapi persyaratan-persyaratan hibah,” ujarnya. 


Demikian informasi yang kami sampaikan seperti yang kami lansir dari jawapos.com. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih.

0 Response to "MIRIS... ENAM BULAN TAK DIBAYAR, GURU MADRASAH TUNTUT PENCAIRAN HONOR"

Post a Comment

Agen Bola