Bola Tangkas

MESKI SUDAH ADA PERDAMAIAN, PAK SAMHUDI TETAP AKAN DISIDANG

 Berkobar.com - Samhudi (45), guru yang diduga menganiaya siswanya SS, tetap akan menjalani sidang peradilan.
Hal ini tetap dilakukan lantaran kasus tersebut telah memenuhi syarat formil pengadilan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Zaeni SH, mengatakan syarat formil kasus tersebut telah terpenuhi sehingga sidang pengadilan terhadap guru olahraga SMP Raden Rahmad tetap digelar.


"Kami telah mendengar ada kesepakatan damai antara pihak pelapor dengan terlapor. Itu hal yang baik sekali. Namun, sidang tetap digelar karena syarat formil telah terpenuhi," kata Zaeni, Senin (4/7/2016).

Zaeni menuturkan setiap perkara pidana yang sudah masuk di persidangan tidak bisa serta-merta bisa dihentikan begitu saja di tengah jalan.

Secara formil, perkara itu terus berlanjut, meski secara materil ada fakta persidangan baru dalam bentuk perdamaian.

Zaeni menegaskan Majelis hakim berkewajiban meneruskan dan memutus perkara itu.

Kendati demikian, Zaeni menerangkan putusan damai ini kemungkinan besar akan mempengaruhi keputusan hakim.

"Bisa putusan bebas, lepas atau putusan percobaan. Yang jelas, kalau perkara sudah ada perdamaian bisa meringankan putusan terdakwa," sambungnya.

Sidang pengadilan yang akan tetap berjalan ini juga dipertegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sodoarjo, Sunarto.

Dijelaskan, perkara yang sudah masuk meja sidang harus selesai dengan putusan.
"Sidang 14 Juli nanti dengan agenda pembacaan dakwaan akan tetap digelar meski kedua belah pihak yang bertikai sepakat damai," tandas Sunarto kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Mantan Kepala Kejari Jombang ini menyambut baik perdamaian yang sudah dilakukan. Namun, hal itu tidak membatalkan persidangan.

Sunarto menyatakan belum menerima surat perjanjian perdamaian itu karena sudah masuk libur Hari Raya. Nantinya, surat perjanjian damai itu akan dijadikan alat bukti yang meringankan terdakwa.

Saat ditanya pasal dakwaan beserta hukuman yang dikenakan kepada Samhudi, Sunarto menjawab normatif bahwa itu kewenangan JPU.

Hanya saja, adanya kesepakatan damai pasti akan berpengaruh terhadap dakwaan.
"Surat itu akan memengaruhi Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendakwa yang bersangkutan. Surat itu menunjukan sebuah itikad baik," ujarnya.

Namun demikian, Sunarto menilai surat tersebut agak terlambat datang. Menurutnya, surat itu harusnya keluar saat kasus masih dalam tahap penyidikan.

"Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Yang jelas, JPU tetap akan bekerja secara profesional," ucapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Beredar rumor bahwa SS, anak Serka Yuni Kurniawan dari Satuan Intel Kodim 0817 Gresik, ditolak di semua sekolah di Sidoarjo maupun Surabaya saar mendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ajaran 2016/2017. Namun, hal itu ditepis Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad.

"Anak Pak Yuni tak ada masalah mendaftar PPDB. Sekarang sudah diterima, tapi saya lupa nama sekolahnya. Intinya, adanya kasus ini tidak merampas hak SS untuk mendapatkan pendidikan," tukas Nur Ahmad kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Demikian informasi yang kami sampaikan seperti yang kami lansir dari tribunnews.com. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih.

1 Response to "MESKI SUDAH ADA PERDAMAIAN, PAK SAMHUDI TETAP AKAN DISIDANG"

  1. Indonesia Merdeka...saya menyambut baik langkah untuk tetap diteruskan pada proses persidangan, supaya masalahnya menjadi jelas dan ada kepastian hukum. Hal ini akan menjadi pelajaran juga baginl para tenaga pendidik (Guru) dsb, agar tidak semena-mena memperlakukan tindakan fisik terhadap anak (peserta) didik. Peserta didik terlebih yang "memiliki karakter seperti yang sedang dibicarakan" akan lebih baik bila di didik dengan tidak mengutamakan tindakan kekerasan (kasih sayang) ketimbang dengan cara-cara kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh oknum guru ini. Jangan sampai para Guru yang nanti krisis kasih sayang. Saya yakin semua anak atau orang atau manusia bila diperlakukan secara baik dan diberikan pembelajaran atau teguran secara baik dan penuh kasih, mereka akan berubah. Memang tidak bisa di generalisasi tapi minimal anak-anak kita nantinya akan mengingat Guru atau siapa saja yang memperlakukannya dengan penuh kasih, sepanjang hidup nya. Bahkan akan balik mencintai dan mengasihi bilamana mereka telah sukses dikemudian hari.

    Pada dasarnya apa yang kita tabur itulah yang akan kita petik dikemudian hari.

    Lanjutkan. Berikan pelajaran setimpal kepada oknum Guru yang telah dengan sadar menyakiti fisik anak (peserta) didik.

    Mari kita hidup untuk belajar saling mengasihi, saling menyayangi, saling membantu. Justru anak-anak dengan karakter seperti ini adalah ladang amal bagi Bapak/Ibu Guru (pendidik dan pengajar). Kalau kalian sukses membuat anak didik seperti ini berubah dan sukses dikemudian hari, maka pahalanya adalah untuk Bapak/Ibu Guru semua. Percayalah Allah tidak tidur dan pasti mencatat semua amal dan pahala kita.

    Terimakasih.

    ReplyDelete

Agen Bola