Bola Tangkas

25% GURU MUSLIMAT BELUM BERSERTIFIKASI

Berkobar.com - Sebanyak 25 persen guru TK, RA, dan KB Muslimat NU di Kabupaten Kendal belum mengantongi sertifikasi. Hal itu disebabkan hingga sekarang masih banyak dari mereka yang belum dapat memenuhi persyaratan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Dengan begitu, apabila data yang dimasukkan guru ke dalam Dapodik tidak lengkap atau tidak sesuai maka sertifikasi tak bisa diberikan,” kata Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI)/Ketua YPM NU Kendal, Fasihah, usai kegiatan halal bi halal Ikatan Guru TK, RA, KB Muslimat NU (IGTKM) se Kabupaten Kendal di Aula Gedung NU Kendal.


Halal bihalal itu dihadiri Kepala Disdik Kendal Muryono. Adapun sebagai penceramah atau mauidoh hasanahnya adalah Ketua PCNU Kendal KH Danial Royan.

Fasihah menuturkan, jumlah guru TK, RA dan KB Muslimat NU di Kendal ada lebih dari 400 orang. Dari sebanyak itu yang mempunyai sertifikasi sebanyak 75 persen atau sekitar 250 lebih guru. Sedangkan sisanya belum bersertifikasi. Persoalan mendasar yang selama ini membelit para guru yang belum memiliki sertifikasi itu karena Dapodiknya belum memenuhi persyaratan.

“Tentunya hal itu terus dilakukan monitoring dan guru-guru yang kesulitan bikin Dapodik nya terus dibantu. Sehingga nantinya semua gru yang belum bersertifikasi bisa mendapatkanya,” tukas dia.

Kepala Disdik, Muryono, membenarkan, masih ada guru TK, RA dan KB Muslimat NU yang belum bersertifikasi. Penyebab utama belum bersertifikasi bagi mereka adalah Dapodiknya belum memenuhi persyaratan. Hal lain, Dapodik juga penting bagi mereka yang sudah memiliki sertifikasi. Sebab, bila data yang dimasukkan guru ke dalam Dapodik tidak sesuai kondisi riil, maka bisa mengancam tunjangan sertifikasi cair.

“Jadi, proses pencairan tunjangan sertifikasi guru harus memenuhi persyaratan Dapodik. Misal, data yang diisi sesuai kondisi atau valid. Ada juga pengisian data setiap mereka mengalami kenaikan jabatan, pangkat hingga kenaikan gaji. Artinya perbaruan data.

Data itu termasuk Nomor Induk Pegawai, Nomor Pokok Wajib Pajak, Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan yang dimiliki. Sehingga data Dapodik jadi data acuan pencairan tunjangan sertifikasi bagi mereka,” kata dia.

Muryono menambahkan, pada Dapodik juga perlu ditulis jatah waktu mengajar setiap guru. Sesuai persyaratan, guru harus memenuhi jatah mengajar 24 jam dalam sehari. Misal, dalam satu semester mengajar 24 jam, akan tetapi pada semester berikutnya kurang dari 24 jam, maka guru tersebut tidak dapat mencairkan tunjangan sertifikasi di semester yang tak terpenuhi 24 jam itu.

Dalam tausyiahnya, KH Danial Royan, mengatakan, guru TK, TPQ, RA, KB hingga Madrasah Diniyah adalah pejuang yang selama ini luput dari perhatian. Meski, gaji atau honornya sedikit namun semangatnya untuk mengabdikan diri dalam dunia pendidikan begitu besar dan luar biasa.


Demikian informasi yang kami sampaikan seperti yang kami lansir dari radarpekalongan. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI

0 Response to "25% GURU MUSLIMAT BELUM BERSERTIFIKASI"

Post a Comment

Agen Bola