Bola Tangkas

DIGAJI HANYA RP100 RIBU, GURU HONORER TERPAKSA JUALAN KUE KELILING

KABARGURUKU.COM - ‎Seorang guru sekolah Madrasah di Penengahan, Lampung Selatan, terpaksa harus berjualan kue dan kerja serabutan usai mengajar di sekolah karena penghasilan sebagai guru honorer tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Oman, guru honorer yang sudah mengajar selama 16 tahun di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki semangat yang tidak pernah luntur untuk terus menjadi seorang pengajar demi mencerdaskan anak bangsa meski dengan honor Rp100 ribu.


Setiap selesai mengajar, Oman tidak lantas beristirahat seperti rekan-rekan guru lain yang gajinya besar atau sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, usai mengajar Oman bergegas menuju rumahnya yang berjarak 1 kilometer dari tempat mengajar untuk menyiapkan dagangan kue yang akan dijajakan keliling kampung dan warung-warung terdekat.

Selain melakukan aktivitas mengajar dan berjualan usaha kuenya. Pria kelahiran Pandegelang, Banten 47 tahun silam ini mengerjakan tugas-tugas rumah tangga karena sang istri tengah sakit gangguan tulang belakang sejak tujuh tahun silam. Mulai dari memasak, mencuci, nyapu, ngepel bahkan merawat sang isteri karena sulit untuk berdiri.

Meskipun sudah belasan tahun menjadi penjual kue keliling, ternyata bukan perkara mudah bagi Oman untuk menjalankan usaha ini. Tak jarang kue-kue yang dijajakan tidak laku dan mendapatkan penolakan dari warung. Tak putus asa, Oman terus berkeliling menjajakan kue menggunakan motor tua demi menyambung kebutuhan hidup keluarga.

Proses pembuatan kue dilakukan oleh Oman yang dibantu sang isteri, Yurnaini, yang hanya bisa bekerja semampunya karena sakit. Pembuatan adonan kue dimulai dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Untuk satu kue yang Ia titipkan ke warung dihargai Rp800, dalam sehari keuntungan didapat sebesar Rp25 ribu hingga Rp40 ribu, itu pun jika kue dagangan terjual habis.

Oman sudah menjadi tenaga pengajar honorer sejak 2000 dengan honor Rp100 ribu rupiah per bulan yang dibayar setiap tiga bulan sekali. Setelah cukup lama mengabdi keinginan terbesarnya bisa diangkat menjadi PNS. Karena keinginan kuatnya untuk terus dapat menyumbangkan ilmu yang Ia dapat di sekolah pendidikan guru, kini Oman sedang menempuh kuliah.

“Ingin bisa diangkat jadi PNS seperti rekan-rekan seangkatan. Sekarang sedang menempuh kuliah, harus banting tulang untuk membiayai kuliah,” ujar Oman.

Gaji yang dia dapat jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Itu sebabnya Oman harus memeras keringat bekerja apapun yang bisa menghasilkan uang dan terus mengajar sampai sekarang.

Sebagai guru paling lama mengajar di sekolah madrasah tersebut, Oman berharap agar pemerintah dapat memperhatikan nasib guru-guru yang berpenghasilan kecil terutama persoalan kesejahteraan dan status kepegawaiannya.

0 Response to "DIGAJI HANYA RP100 RIBU, GURU HONORER TERPAKSA JUALAN KUE KELILING"

Post a Comment

Agen Bola