Bola Tangkas

KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA KURANG BERPIHAK PADA HAK ANAK

Kabarguruku.com - Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Seto Mulyadi menilai, kurikulum pendidikan yang digunakan di Indonesia saat ini masih terlalu padat, sehingga menjadikan peserta didik tidak nyaman.
Menurut dia, kurikulum dengan jumlah mata pelajaran (mapel) yang cukup banyak seperti sekarang, justru bisa menjadikan peserta didik menanggung beban yang cukup berat.  Dampaknya bisa ditebak, yakni peserta didik menjadi tertekan.
“Kami kira kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini kurang berpihak pada hak anak,” kata Kak Seto dalam Seminar Nasional tentang Pola Mendidik Anak yang Menyenangkan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Padahal di satu sisi pendidikan adalah hak anak, namun manakala kurikulumnya justru membuat mereka menjadi tertekan, sebaiknya perlu dibenahi.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya pendidikan etika bagi peserta didik.  Semestinya pendidikan etika yang sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Sisdiknas, benar-benar ditanamkan pada diri peserta didik, sehingga akan dihasilkan peserta didik yang memiliki kepribadian unggul.
Sistem pembelajaran yang diterapkan di lingkungan sekolah, nilai dia, sebaiknya diciptakan dalam suasana yang menyenangkan. Pasalnya belajar akan lebih efektif, manakala dilakukan dalam kondisi yang menggembirakan.
”Kami percaya pada dasarnya tidak ada anak yang memiliki sifat bandel. Tinggal bagaimana cara orang tua dan guru di sekolah dalam mendidik mereka,” ujar dia.

0 Response to "KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA KURANG BERPIHAK PADA HAK ANAK"

Post a Comment

Agen Bola