Bola Tangkas

KUMPULAN CONTOH SKRIPSI TEKNIK MESIN LENGKAP 2014

PENGARUH VARIASI BAHAN BAKU
DINDING DAPUR OVEN PENGERING KAYU
BERBAHAN BAKAR LIMBAH KAYU PRODUKSI
TERHADAP EFISIENSI KERJA DAPUR

BAB1 
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Pengeringan kayu secara buatan atau konvensional dengan menggunakan bahan bakar kayu limbah produksi merupakan solusi yang baik terhadap menipisnya kandungan gas bumi dunia. Tiap pembakaran di ruang terbuka adalah 90% (Baldwin, S. F., 2005) efisiensi kerja atau energi kalor dapat dihasilkan oleh kayu. Energi kalor dari pembakaran limbah kayu produksi yang dapat digunakan proses pengeringan hanya beberapa porsi kecil antara 10% sampai 40% (Baldwin, S. F., 2005). Peningkatan efisiensi perapian dalam
proses pengeringan kayu diperlukan untuk memaksimalkan penggunaan energi kalor hasil pembakaran, sehingga proses pengeringan dapat berlangsung dengan cepat dan tanpa mengurangi mutu dari kayu. Oven pengeringan kayu buatan berbahan bakar limbah kayu produksi harus memiliki tungku atau dapur pembakaran yang sesuai dengan kebutuhan kalor yang akan ditransfer ke ruang pengering. Kualitas dapur pengering akan menentukan jumlah kalor yang mampu diberikan bahan bakar. Kontribusi kualitas bahan baku pembuatan dinding dapur pengering kayu sangat besar dalam proses pengeringan kayu. Bahan baku pembuatan dinding dapur pengering akan mempengaruhi jumlah bahan bakar yang digunakan dan akhirnya akan berpengaruh pada lama waktu pengeringan dan laju penurunan kadar air kayu.
2
Krisis energi yang terjadi di Indonesia membuat industri kecil dan menengah menghadapi masalah besar. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu pemicu ikut naiknya tarif harga listrik saat ini, akibatnya biaya produksi untuk industri meubel meningkat hampir 30%. Kenaikan biaya produksi tersebut mengakibatkan banyak industri meubel tidak mampu bertahan. Supaya industri meubel terus berjalan, maka sejumlah ndustri meubel di Jepara mulai melakukan penghematan energi dengan cara
meminimalisir penggunaan listrik dan bahan bakar minyak agar biaya roduksi bisa ditekan. Salah satu enghematan energi listrik dan minyak ersebut dilakukan dengan cara mengganti bahan bakar pada oven pengering an meminimalisir penggunaan alat yang membutuhkan energi listrik semisal lower engaruh bahan baku pembuatan dinding dapur pengering kayu terhadap roses pengeringan menarik perhatian penulis, sehingga karya ilmiah ini engambil judul : ‘PENGARUH VARIASI BAHAN BAKU DINDING
DAPUR OVEN PENGERING KAYU BERBAHAN BAKAR LIMBAH
KAYU PRODUKSI TERHADAP EFISIENSI KERJA DAPUR’.
1.2 PERMASALAHAN
Permasalahan yang timbul pada penulisan akhir ini, yang tentunya menjadi okus utama dari objek penelitian ini adalah:
1. Apakah variasi dinding dapur oven pengering variasi I batu bata, variasi II atu bata, adukan pasir dan variasi III batu bata, adukan pasir serta acian
3
semen mampu memberikan temperatur pengeringan yang berbeda dengan umlah bahan bakar dan waktu pembakaran yang sama.
2. Apakah variasi bahan baku dinding dapur oven pengering variasi I atubata, variasi II batu bata, adukan pasir dan variasi III batu bata, adukan asir serta acian semen menyebabkan perbedaan efisiensi kerja dapur an alor yang hilang (heat lost).
3. Apakah ada perbedaan perhitungan efisiensi kerja dapur dengan emperatur pengeringan dan perhitungan efisiensi kerja dapur dengan Heat ost.
1.3 PENEGASAN ISTILAH enegasan istilah adalah gambaran yang jelas tentang maksud yang
terkandung dalam judul tersebut, agar tidak terjadi salah tafsir, maka perlu danya suatu pembatasan atau penegasan istilah :
Adapun istilah-istilah yang perlu ditegaskan disini adalah sebagai berikut :
1. Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau enda) yang ikut membentuk watak atau perbuatan seseorang (Kamus esar bahasa indonesia, 1990: 664) pengaruh yang dimaksud dalam enelitian ini adalah pengaruh variasi pada dinding dapur oven terhadap ransfer dan rugi kalor.
2. Variasi

Variasi artinya tindakan atau hasil perbubahan dari semula (tambahan) Kamus besar indonesia, 1990: 1001) variasi yang dimaksud dalam enelitian ini adalah perubahan bahan baku dinding dapur.
3. Bahan baku
Bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; Bahan ebutuhan pokok untuk membuat sesuatu. (Kamus besar bahasa indonesia, 002: 87). Bahan baku dalam penelitian ini adalah batu bata, pasir dan emen, sebagai variasi penelitian.
4. Dinding
Penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik (dibuat) dari papan, nyaman bambu, tembok. (Kamus besar bahasa indonesia, 2002: 266). inding dalam penelitian ini merupakan kombinasi dari masing-masing
bahan baku variabel penelitian.
5. Dapur
Ruang tempat memasak; tempat membakar batu bata, batu kapur; tungku erapian. (Kamus besar bahasa indonesia, 2002: 236). Dapur yang imaksud dalam penelitian ini adalah tempat untuk membakar bahan bakar
berupa kayu limbah produksi.
6. Oven
Tempat pembakaran (pemanggangan) kue atau roti; tungku; dapur; erapian tempat pembakaran dengan panas yang tinggi. (Kamus besar ahasa indonesia, 2002: 805). Oven dalam hal ini adalah tempat untuk eletakkan kayu yang akan dikeringkan.
5
7. Bahan Bakar
Bahan atau barang yang dipakai untuk menimbulkan api (panas). (Kamus esar bahasa indonesia, 2002: 672). Bahan bakar dalam penelitian ini erupa kayu sisa produksi permebelan.
8. Limbah Produksi
Sisa proses produksi, bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak guna untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau emakaian. (Kamus besar bahasa indonesia, 2002: 672). Limbah yang
dimaksud adalah sisa-sisa kayu yang tidak digunakan dan dijadikan bahan akar pada penelitian.
9. Efisiensi
Ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak embuang waktu, tenaga, biaya); kedayagunaan; ketepatgunaan. (Kamus esar bahasa indonesia, 2002: 284). Membandingkan antara variasi-variasi enelitian.

NB : BAGI SOBAT YANG INGIN VERSI LENGKAPNYA SILAHKAN REQUEST DI KOLOM KOMENTAR , TERIMA KASIH 

0 Response to "KUMPULAN CONTOH SKRIPSI TEKNIK MESIN LENGKAP 2014 "

Post a Comment

Agen Bola