Bola Tangkas

KUMPULAN MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MOTIVASI SISWA


MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

MOTIVASI BELAJAR DALAM PENDIDIKAN iSLAM




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam proses belajar mengajar, guru melakukan tindakan mendidik seperti memberi hadiah, memuji, menegur, menghukum, atau memberi nasihat. Tindakan guru tersebut berarti menguatkan motivasi intrinsic; tindakan guru tersebut juga berarti mendorong siswa untuk belajar, suatu penguatan motivasi ekstrinsik. Siswa tertarik belajar karena ingin memp-eroleh hadiah atau menghindari hukuman. Dalam hal ini siswa ‘menghayati’ motivasi intrinsik atau motivasi ekstrinsik, dan bertambah bersemangat untuk belajar. Sesuai dengan tugas perkembangan maka siswa dapat bangkit untuk beremansipasi menjadi mandiri. Emansipasi mandiri tersebut berlangsung sepanjang hayat sesuai dengan tingkat pertumbuhan dalam memenuhi kebutuhan pribadi.
Dengan belajar yang bermotivasi siswa memperoleh hasil belajar. Hasil belajar dapat dikategorikan :
a.         hasil belajar sementara
b.    hasil belajar bagian
c.    hasil belajar tak lengkap, atau
d.    hasil belajar lengkap.
Dampak pengajaran adalah hasil belajar yang segera dapat diukur, yang terwujud dalam nilai rapor, nilai ijazah, atau transkip IP. Sebagian besar rekayasa pendagogis guru terwujud sebagai dampak pengajaran.
Dampak pengiring adalah untuk kerja siswa setelah mereka lulus ujian atu merupakan transfer hasil belajar di sekolah. Munculnya dampak pengiring bila lulusan sekolah meenghadapi masalah. Dampak pengiring terletak dalam kepentingan siswa sendiri. Dari segi tugas perkembangan jiwa maka dampak pengiring merupakan unjuk kerja tugas perkembangan untuk mencapai aktualisasi diri secara penuh. Dampak pengiring merupakan sarana untuk sarana melakukan emansipasi kemandirian bagi siswa.
Setelah siswa lulus sekolah, sekurang-kurangnya selsesai wajib belajar tahun, maka diharapkan mengembangkan diri lebih lanjut. Lulusan sekolah dapat membuat program belajar sepanjang hayat, lewat jalur sekolah atau luar sekolah.
Dengan memrogram belajar sendiri secara berkesinambunngan maka ia memperoleh hasil belajar atas tanggung jawab diri sendiri. Ditinjau dari segi siswa, maka emansipasi kemandirian berupa rangkaina program belajar sepanjang hayat. Program belajar di luar rekayasa pendagogis guru adalah suatu rangkain dampak pengiring berupa program dan hasil belajar sepanjang hayat. Dalam hal ini sang siswa telah mampu memperkuat motivasi belajarnya sendiri karena kebutuhan aktualisasi diri.
1.2.  Rumusan Masalah
Untuk lebih mengarahkan masalah yang akan dibahas, maka penulis terlebih dahulu akan mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.      Analisis motivasi belajar
2.      Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar
3.      Upaya meningkatkan motivasi belajar
4.      Macam-macam sumber belajar
1.3.  Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui pengertian tentang motivasi belajar
2.      Untuk mengetahui unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar
3.      Untuk mengetahui upaya meningkatkan motivasi belajar
4.      Untuk mengetahui macam-macam sumber belajar

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

2.1. Analisis Tentang Motivasi Belajar
Perilaku belajar dilakukan oleh si pebelajar. Pada diri si pebelajar terdapat kekuatan mental penggerak belajar. Kekuatan mental yang berupa keinginan, perhatian, kemauan atau cita-cita disebut motivasi belajar. Komponen utama motivasi tersebut adalah kebutuhan, dorongan, dan tujuan si pebelajar. Motivasi belajar sangat penting dipahami oleh siswa maupun guru.
Penguatan motivasi-motivasi belajar berada di tangan para guru/pendidik dan anggota masyarakat lain. Guru sebagai pendidik bertugas memperkuat motivasi belajar selama minimum 9 tahun pada usia wajib belajar. Orang tua bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat. Ulama sebagai pendidik juga bertugas memperkuat  motivasi belajar sepanjang hayat
Perilaku belajar yang mengandung motivasi belajar yang dikelola oleh guru dan dihayati oleh siswa, sebagai berikut :
Guru adalah pendidik yang berperan dalam rekayasa pedagogis. Ia menyusun desain pembelajaran, dan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Guru bertindak membelajarkan siswa yang memiliki motivasi intrinsik. Siswa adalah pembelajar yang berkepentingan dalam menghayati belajar. Ada siswa yang telah berkeinginan memperoleh pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan sejak kecil. Siswa tersebut memiliki motivasi intrinsik. Siswa yang lain baru memiliki keinginan memperoleh pengalaman, keterampilan dan pengetahuan berkat teman sebayanya. Mereka ini memiliki motivasi ekstrinsik.
2.2. Unsur-Unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Motivasi belajar ada di dalam diri siswa. Dalam kerangka pendidikan formal, motivasi belajar ada dalam jaringan rekayasa pendagogis guru yaitu dengan tindakan pembuatan persiapan belajar, pelaksanaan belajar-mengajar, maka guru menguatkan motivasi belajar siswa. Dilihat dari segi emansipasi kemandirian siswa, motivasi belajar semakin meningkat pada tercapainya hasil belajar. Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan, artinya terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis siswa. Hal-hal yang mempengaruhi motivasi belajar pada siswa diantaranya :
      a). Cita-cita atau aspirasi siswa
 Motivasi belajar tampak pada keinginan siswa. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari menimbulkan cita-cita dalam kehidupan. Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan kepribadian.
 Dari segi emansipasi kemandirian, keinginan yang terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar. Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan kemudian kemauan menjadi cita-cita. Oleh sebab itu, cita-cita akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan perilaku belajar sehingga akan mewujudkan aktualisasi diri.
      b). Kemampuan Siswa
   Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
      c). Kondisi Siswa
             Kondisi siswa yang meliputi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar, atau marah-marah akan mengganggu perhatian belajar. Sebaliknya, seorang siswa yang sehat, kenyang, dan gembira akan mudah menguatkan perhatian. Dengan kata lain, kondisi jasmani dan rohani siswa berpengaruh pada motivasi belajar.
       d). Kondisi Lingkungan Siswa
               Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan kemasyarakatan.Sebagai anggota masyarakat maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Bencan alam, tempat tinggal yang kumuh, ancaman rekan yang nakal, perkelahian antarsiswa, akan mengganggu kesungguhan belajar. Oleh sebab itu, kondisi lingkungan yang sehat, kerukunan hidup, ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya. Dengan lingkungan yang aman, tenteram, tertib, dan indah, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.
       e). Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran
               Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar.Lingkungan siswa yang berupa lingkungan alam, lingkungan tempat tinggal, dan pergaulan juga mengalami perubahan. Lingkungan budaya siswa yang berupa surat kabar, majalah, radio, televise, dan film semakin menjangkau siswa. Kesemua lingkungan tersebut mendinamiskan motivasi belajarOleh sebab itu, guru professional diharapkan mampu memanfaatkan semua itu agar tercipta kondisi dinamis yang bagus bagi pembelajara
        f). Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa
       Guru adalah pendidk yang berkembang. Sebagai pendidik, partisipasi dan teladan perilaku yang baik merupakan salah satu upaya membelajarkan siswa.  Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan di luar sekolah. Upaya pembelajaran di sekolah meliputi hal-hal berikut :
a.             Menyelenggarakan tertib belajar di sekolah
b.            Membina disiplin belajar dalam tiap kesempatan
c.             Membina belajar tetib pergaulan
d.            Membina belajar tetib lingkungan sekolah.
           Disamping itu, upaya pembelajaran secara individual tiap guru menghadapi anak didiknya meliputi :
a.             Pemahaman tentang diri siswa dalam rangka kewajiban tertib belajar
b.            Pemanfaatan penguatan berupa hadiah, kritik, hukuman secara tepat guna
c.             Mendidik cinta belajar.
           Upaya pembelajaran guru di sekolah tidak terlepas dari kegiatan luar sekolah. Pusat pendidikan luar sekolah yang penting adalah keluarga, lembaga agama, pramuka, dan pusat pendidikan pemuda lainnya. Guru professional dituntut menjalin kerja sama pendagogis dengan pusat-pusat pendidikan tersebut.
2.3. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
        a). Tenaga Pengajar (Guru)
           Motivasi mempunyai nilai dalam pengajaran, adalah menjadi tanggung jawab guru agar pengajaran yang diberikannya berhasil dengan baik. Keberhasilan ini banyak bergantung pada usaha guru untuk dapat membangkitkan motivasi pada siswanya untuk belajar. Dalam garis besarnya motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
           Motivasi menentukan tingkat berhasii atau kegagalan perbuatan belajar siswa. Belajar tanpa motivasi kiranya sulit untuk berhasil.
           Pengajar yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang dimiliki oleh siswa.
Pengajaran yang bermotivasi membentukaktivitasdan imaginitas pada gum untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang sesuai dan serasi guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. Guru senantiasa berusaha agar siswa-siswa pada akhirnya memiliki self motivasi dan yang baik.
       Berhasil atau tidak berhasilnya dalam membangkitkan penggunaan motivasi dalam pengajaran sangat erat hubungan dengan aturan disiplin dalam kelas. Ketidakberhasilan dalam hai ini mengakibatkan timbulnya masalah disiplin dalam kelas.
       Azas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral dari asas-asas mengajar. Penggunaan motivasi dalam mengajar bukan saja melengkapi prosedur mengajar, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pengajaran yang efektif. Demikian pengajaran asas motivasi adalah sangat penting dalam proses belajar dan mengajar.
      Dalam rangka mendorong motivasi siswa untuk belajar di sekolah yang menganut pandangan demokratis, dengan menciptakan belajar dikemukakan oleh Keneth M. Mover adalah:
1)    Pujian. Karena pujian mempunyai nilai besar bagi siswa untuk belajar.
2)   Manfaat minat yang telah dimiliki siswa yang bersifat ekonomis.
3)   Kegiatan-kegiatan yang merangsang minat siswa. Guru merangsang minat disesuaikan dengan kondisi siswa.
4)    Rasa cemas yang besar menimbulkan kesulitan belajar bagi siswa.
5)    Tugas terlalu sukar dan bantuan tidak ada maka akan menjadikan siswa menjadi frustrasi.
6)    Tekanan kelompok siswa biasanya bersifat pasif dalam kelompok hal ini tidak baik dalam hubungan antara anggota kelompok.
7)    Kreativitas siswa yang besar erat kaitannya dengan motivasi belajar bagi siswa.
           Setiap pihak yang terlibat dalam aktivitas persekolahan harus berusaha memperhatikan dan mencari cara untuk menumbuhkan, menjaga, serta mengarahkan motivasi tersebut agar peserta didik dapat meraih prestasi optimal. Richard I Arends dalam bukunya Learning to Teach menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memotivasi para peserta didik, antara lain:
1) Sikap percaya guru pada kemampuan siswa 
           Banyak hal yang mempengaruhi siswa yang dibawanya ke sekolah seperti kepribadiannya, pengalaman masa lalunya, kehidupan di rumah, dsb. Faktor-faktor ini memang dapat mempengaruhi seberapa keras mereka berupaya di sekolah. Namun demikian, faktor-faktor tersebut tidak banyak dapat diubah oleh para guru. Hal paling penting yang dapat dilakukan guru sepenuhnya adalah perilaku dan kepercayaan guru itu sendiri terhadap peserta didik. Meyakini bahwa setiap peserta didik dapat belajar dan karenanya memiliki potensi untuk berkembang secara maksimal dapat mempengaruhi pola pendekatan pembelajaran guru di sekolah menjadi lebih telaten dan promotif. Sehingga, menimbulkan kepercayaan diri siswa dan keyakinan bahwa mereka dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pembelajaran yang mereka hadapi.
2)      Menciptakan situasi belajar yang positif
           Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, aman, dan nyaman, penting untuk dapat memotivasi siswa.
3)      Membangun perhatian dan nilai-nilai intrinsik siswa
           Membangun perhatian dan motivasi intrinsic peserta didik merupakan hal yang penting. Beberapa hal yang dapat membangun minat dan keingin tahuan para siswa yaitu :
- Hubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa
-Gunakan nama siswa dalam memberi ilustrasi yang positif
- Sajikan materi pelajaran dalam bentuk cerita secara bersemangat. Misalnya : ''Ketika kalian memesan milkshake (sebut merek terkenal tertentu) kesukaan kalian, maka dia tidak akan mencair meskipun kalian panaskan di dalam oven. Hal itu disebabkan oleh bahan pengemulsi yang terbuat dari ganggang yang sedang kita pelajari ini.'' 
    - Selain itu penggunaan permainan, simulasi, perjalanan edukatif, pembicara tamu dapat memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran di sekolah.
4)   Mengatur Tingkat Kesulitan Tugas
           Tugas-tugas yang terlalu mudah hanya menuntut sedikit upaya dan tidak menghasilkan keinginan untuk sukses sehingga otomatis tidak bias memotivasi. Demikian pula tugas yang terlalu sulit dikerjakan seberapa besar pun upaya mereka juga tidak memotivasi bahkan mungkin menimbulkan frustasi. Oleh karena itu tingkat kesulitan tugas-tugas yang diberikan harus proporsional.
5)   Memanfaatkan balikan (feedback) 
           Feedback mengenai performa yang baik dapat menumbuhkan motivasi intrinsik. Sebaliknya, feedback terkait performa yang kurang baik dapat menjadi masukan yang berguna bagi peserta didik untuk dapat memperbaikinya asal memang benar-benar ditindak lanjuti. Oleh karena itu, soal-soal evaluasi yang telah diberikan sebaiknya dibahas kembali sehingga peserta didik mengetahui kegagalan mereka dalam menyelesaikan beberapa soal tersebut.
6) Memperhatikan kebutuhan siswa 
           Secara umum kebutuhan siswa akan determinasi diri yaitu kemampuan untuk menentukan pilihan-pilihan akan terpenuhi ketika mereka merasa diberi hak untuk memberi pernyataan mengenai lingkungan kelas mereka dan tugas-tugas belajar mereka.
7)    Fasilitasi pembentukan kelompok dan kohesi kelompok
       Membangun sebuah lingkungan kelas yang positif dapat memotivasi siswa untuk meraih prestasi. Hal ini menuntut perhatian terhadap kebutuhan sosial dan emosional siswa di samping kebutuhan akademik mereka. Bekerja dalam kelompok dengan target yang terukur dan kompetitif dapat menjadi pendorong semangat siswa dalam menunaikan tugas-tugas belajar mereka. Demikianlah beberapa hal yang dapat menumbuhkan dan menjaga motivasi siswa dalam belajar. Tentu di samping itu masih banyak hal yang dapat memotivasi para siswa. Yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana tindak laku dan titah tutur para guru, karyawan, dan pimpinan sekolah terhadap siswa bersifat positif dan membangun kepercayaan diri siswa bukan malah merendahkan kepercayaan diri mereka.
       b). Upaya-upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.
        Guru di sekolah menghadapi banyak siswa dengan bermacam-macam motivasi belajar. Peran guru disini cukup banyak untuk meningkatkan belajar. Upaya-upaya  meningkatkan motivasi belajar siswa diantaranya sebagai berikut.
1)  Optimalisasi Penerapan Prinsip Belajar
       Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsip belajar antar lain :
Belajar menjadi bermakna bila siswa memahami tujuan belajar. Oleh karena itu, guru perlu menjelaskan tujuan belajar secara hierarkis.
       Belajar menjadi bermakna bila siswa dihadapkan pada pemecahan yang menantangnya. Oleh karena itu, peletakan urutan masalah yang menantang harus disusun guru dengan baik.
       Belajar menjadi bermakna bila guru mampu memusatkan segala kemampuan mental siswa dalam program kegiatan tertentu. Oleh karena itu, disamping mengajarkan bahan secara terpisah-pisah, guru sebaiknya membuat pembelajaran dalam pengajaran unit atau proyek.
       Sesuai dengan perkembangan jiwa siswa, maka kebutuhan bahan-bahanbelajar siswa semakin bertambah. Oleh karena itu, guru perlu mengatur bahan dari yang paling sederhana sampai menantang.
       Belajar menjadi menantang bila siswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai belajarnya bagi kehidupan dikemudian hari. Oleh karena itu, guru perlu memberitahukan criteria keberhasilan atau kegagalan belajar. 
2)  Optimalisasi Unsur Dinamis Belajar dan Pembelajaran
      Guru dapat mengupayakan optimalisasi unsur-unsur dinamis yang ada di dalam diri siswa dan yang ada di lingkungan siswa dengan cara sebagai berikut.
a)    Pemberian kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang dialaminya
b)    Memelihara minat, kemauan, dan semangat belajarnya sehingga terwujud tindak belajar, guru “tetap secara terus-menerus” mendorong
c)    Meminta kesempatan pada orang tua siswa atau wali, agar member kesempatan kepada siswa untuk beraktualisasi diri dalam belajar
d)    Memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar, misalnya surat kabar, dan tayangan televise yang mengganggu pemusatan perhatian belajar agar dicegah
e)    Menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar
f)    Guru merangsang siswa dengan penguatan member rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segal hambatan dan “pasti berhasil”.
3)  Optimalisasi Pemanfaatan Pengalaman dan Kemampuan Siswa
      Guru adalah penggerak perjalanan belajar bagi siswa. Sebagai penggerak, maka guru perlu memahami dan mencatat kesukaran-kesukaran siswa. Guru wajib menggunakan pengalaman belajar dan kemampuan siswa dalam mengelola siswa belajar.
Upaya optimalisasi pemanfaatan pengalaman siswa tersebut dapat dilakukan sebagai berikut :
a)   Siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya
b)  Guru mempelajari hal-hal yang sukar bagi siswa
c)  Guru memecahkan hal-hal yang sukar, dengan mencari “cara memecahkan”.
d)  Guru mengajarkan “cara memecahkan”  dan mendidikan keberanian mengatasi  kesukaran.
e)  Guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi kesukaran.
f)  Guru memberi  kesempatan kepada siswa yang mampu memecahkan masalah untuk membantu rekan-rekannya yang mengalami kesukaran.
g)  Guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi kesukaran belajarnya sendiri.
h)  Guru menghargai pengalaman dan kemampuan siswa agar belajar secara mandiri. 
4)  Pengembangan Cita-cita dan Aspirasi Belajar 
      Guru adalah pendidik anak bangsa. Ia berpeluang merekayasa dan mendidikkan cita-cita bangsa. Upaya mendidikkan dan mengembangkan cita-cita belajar dapt dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya :
a)    Guru menciptakan suasana belajar yang menggembirakan 
b)    Guru mengikutsertakan semua siswa untuk memelihara fasilitas belajar
c)    Guru mengajak serta siswa untuk membuat perlombaan untuk belajar
d)    Guru mengajak serta orang tua siswa untuk memperlengkap fasilitas belajar
e)    Guru memberanikan siswa keinginan-keinginannya dan mencatat keinginan yang tercapai dan tidak tercapai
f)    Guru bekerja sama dengan pendidikan lain seperti orang tua, ulama, dan yang lainnya untuk mendidikkan dan mengembangkan cita-cita belajar sepanjang hayat.
    Dalam rangka pengembangan cita-cita belajar tersebut, guru dan pendidik lain dapat membuat program-program belajar. Program-program yang dapat dilakukan antara lain :
g)    Program lomba baca yang di selenggarakan untuk menyambut hari kemerdekaan
h)    Program lomba karya tulis ilmiah, seni rupa, kerajinan, unjuk kreatifitas seni, dan sebagainya
i)   Program belajar kebaktian sosial bagi siswa dan karang taruna.
b.    Peserta Didik (Calon Guru)
2.4. Macam-macam Sumber Belajar
1.      Sumber pokok
Sumber pokok pengajaran Agama Islam adalah Al-Quran dan Al-hadits. Pada masa awal pertumbuhan Islam, Nabi Muhamad SAW telah menjadikan Al-Quran sebagai sumber belajar pendidikan Agama Islam disamping Sunnah beliau sendiri (hadits).
Kedudukan Al-Quran, sebagai sumber belajar yang paling utama dijelaskan oleh Allah dalam firman-NYA.
Firman Allah SWT. : (tulis arabnya ya pak…….)
Artinya: “Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (Q.S. Al-Nahl: 64).
Rasulullah juga menegaskan sebagaimana sabdanya:
Artinya:” Kutinggalkan untuk kamu dua perkara (pusaka) tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulllah”. ( H.R. Bukhari dan Muslim).
2.      Sumber tambahan
Sumber belajar di atas disebut sumber belajar utama (pokok). Namun selain sumberr belajar pokok di atas masih ada beberapa sumber belajar lainnya.
1)   Manusia sumber (orang, masyarakat)
2)   Bahan pengajaran
3)   Situasi belajar
4)   Media massa
5)   Alat dan perlengkapan belajar
6)   Aktivitas (teknik)
7)   Alam lingkungan
8)   Perpustakaan.





















BAB III
KESIMPULAN
Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan, artinya terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis siswa. Hal-hal yang mempengaruhi motivasi belajar pada siswa diantaranya cita-cita atau aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran dan upaya guru dalam membelajarkan siswa.
Upaya meningkatkan motivasi belajar meliputi bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang akan menjadi guru nantinya. Bagi tenaga pengajar atau guru upaya-upaya yang dapat dilakukan diantaranya, mengoptimalisasikan penerapan prinsip belajar, unsur dinamis belajar dan pembelajaran, pemanfaatan
Pengalaman dan kemampuan siswa, dan pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar. Sedangkan bagi peserta didik, upaya-upaya yang dapat dilakukan terdiri dari segi belajar, seperti mevisualkan materi pelajaran, belajar apapun, dan selalu mengembangkan tujuan belajar. Dari segi guru dan teman, seperti mencari guru ajar dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki semangat positif.                                       

TEACHING AND LEARNING PAPER 
LEARNING MOTIVATION in Islamic education 



CHAPTER I 
INTRODUCTION 

1.1. background 
In the learning process, teachers educate act like giving gifts, praise, reprimand, punish, or give advice. The teacher action means strengthen intrinsic motivation; The action also means that teachers encourage students to learn, a strengthening of extrinsic motivation. Students interested in learning because they want attentio-eroleh reward or avoid punishment. In this case the students 'live' intrinsic motivation or extrinsic motivation, and grew eager to learn. In accordance with the developmental tasks students can rise to become self-emancipated. The self-emancipation last a lifetime according to the growth rate in meeting personal needs. 
By learning that motivated students gain learning outcomes. Learning outcomes can be categorized as: 
a. learning outcomes while 
b. learning outcomes section 
c. incomplete learning outcomes, or 
d. Detailed learning outcomes. 
The impact of teaching is learning results can immediately be measured, which is embodied in the report card, the value of a diploma, or a transcript of the IP. Most of the engineering pendagogis materialize as a result of teachers teaching. 
Impact is accompanist for student employment after they pass the exam atu is a transfer of learning outcomes in schools. The emergence of the impact of graduate school accompanist when meenghadapi problem. Impact accompaniment is in the interests of the students themselves. In terms of mental development tasks impacts the performance of the accompaniment is a developmental task to achieve full self-actualization. Impact accompanist is a means to carry out the emancipation means independence for students. 
After graduating school students, at least selsesai year compulsory education, it is expected to develop themselves further. Graduate school can make lifelong learning program, via the school or outside of school. 
By learning to program itself berkesinambunngan then he acquired the learning outcomes of the responsibility yourself. In terms of students, the emancipation independence rangkaina a lifelong learning program. Engineering study program outside pendagogis teacher is an accompaniment in the form of a string of program impact and outcomes of lifelong learning. In this case the student has been able to strengthen their own learning motivation for self-actualization needs. 
1.2. problem Formulation 
For more direct issues to be discussed, the authors will first identify the problem as follows: 
1. Analysis of motivation to learn 
2. Elements that affect motivation to learn 
3. Efforts to increase the motivation to learn 
4. Various kinds of learning resources 
1.3. Research Objectives 
1. To find the notion of motivation to learn 
2. To find the elements that influence motivation to learn 
3. To find out effort to increase the motivation to learn 
4. To find out all sorts of learning resources 

CHAPTER II 
DISCUSSION PROBLEM 

2.1. Analysis About Motivation Learning 
Behavioral study conducted by the learners. In the self-contained mental strength of the learners learn driving. Mental power in the form of desires, concerns, wishes or ideals is called the motivation to learn. The main components of the motivation is the need, encouragement, and goals of the learners. Motivation to learn is very important to understand by students and teachers. 
Reinforcement learning motivations in the hands of the teachers / educators and other community members. Teachers as educators in charge of strengthening the motivation to study for a minimum of 9 years at the age of compulsory education. Parents are in charge of strengthening the motivation for lifelong learning. Ulama also served as educators strengthen lifelong learning motivation 
Learning behavior that contain managed learning motivation by teachers and internalized by students, as follows: 
Teachers are educators who play a role in pedagogical engineering. He compiled instructional design, and implemented in the learning process. Teachers act membelajarkan students who have intrinsic motivation. Students are learners with an interest in learning to live. There are students who have been eager to gain experience, skills, and knowledge since childhood. The students' intrinsic motivation. Other new students who have a desire to gain experience, skills and knowledge thanks to their peers. They have extrinsic motivation. 
2.2. Elements that Affect Motivation 
Motivation to learn is within students. Within the framework of formal education, motivation to learn is in network engineering pendagogis teacher preparation is the act of making learning, implementation of teaching and learning, the teacher reinforces students' motivation. In terms of students' independence emancipation, increasing learning motivation in the achievement of learning outcomes. Motivation to learn is to experience growth in terms of mental health, that is affected by the physiological and psychological maturity of students. The things that affect the students' motivation to learn are: 
       A). Ideals or aspirations of students 
  Motivation to study looked at the student desires. The success of achieving these desires strives to foster a willingness, and even lead to future goals in life. The emergence of the ideals accompanied by the development of reason, morality, willingness, language, and values ​​of life. The emergence of ideals is also accompanied by the development of personality. 
  In terms of emancipation independence, insatiable desire to increase the willingness and enthusiasm to learn. In terms of learning, reinforcement by reward or punishment will also be able to transform desire into the will, and the will then be ideals. Therefore, the ideal would strengthen the spirit of learning and directed learning behaviors that will realize self-actualization. 
       b). ability students 
    Desire a child needs to be accompanied by the ability or skill to achieve. In summary it can be said that the ability to strengthen the child's motivation to carry out development tasks. 
       c). students conditions 
              Conditions include students physically and mentally affect the motivation to learn. A student who is sick, hungry, or angry would distract the attention of learning. Conversely, a student who is healthy, satisfied, and happy will easily strengthen attention. In other words, physical and spiritual conditions affect students' motivation to learn. 
        d). Students Environmental Conditions 
                Environment students can be a state of nature, neighborhood, peer relationships, and life kemasyarakatan.Sebagai member of society, students may be affected by the surrounding environment. Disastrous nature, slum dwellings, the threat of rogue peer, student-student fights, would interfere with the seriousness of learning. Therefore, a healthy environment, harmony, order needs to be socially enhanced quality. With a safe, peaceful, orderly, and beautiful, the spirit and motivation to learn easily amplified. 
        e). Dynamic elements in Teaching and Learning 
                Students have feelings, concerns, wishes, memories, and thoughts that are changing thanks to the experience of life. Experiences with peers influence on the motivation and behavior of the students in the form belajar.Lingkungan natural environment, living environment, and the association is also changing. Cultural environment of students in the form of newspapers, magazines, radio, television, and movies reach more students. All of these environments dynamically the motivation belajarOleh Therefore, professional teachers are expected to utilize all of them in order to create a good dynamic conditions for pembelajara 
         f). Teacher efforts to Students 
        Teachers are pendidk growing. As educators, participation and role model good behavior is one way to membelajarkan students. Efforts teachers of students occurred at school and outside of school. Learning efforts in schools include the following: 
a. Conducting orderly learning in school 
b. Fostering learning discipline in every opportunity 
c. Fostering learning socially tetib 
d. Fostering learning tetib school environment. 
            In addition, each individual learning efforts of teachers to face their students include: 
a. An understanding of student learning in the context of liability orderly 
b. Utilization of reinforcement in the form of gifts, criticism, punishment appropriate 
c. Educate love of learning. 
            Learning efforts of teachers in schools can not be separated from activities outside of school. Education centers outside of school is important is the family, religious institutions, scouts, and other youth education center. Professional teachers are required to collaborate pendagogis with the education centers. 
2.3. Efforts to Improve Learning Motivation 
         A). Lecturer (Teacher) 
            Motivation has value in teaching, is the responsibility of the teachers to be teaching that it provides successful. The success of many businesses rely on the teacher to be motivating the students to learn. In outline motivations contain the following values​​: 
            Motivation determines berhasii or failure rate of students' learning actions. Learning without motivation would be difficult to succeed. 
            Intrinsically motivated teachers who are teaching tailored to the needs, drives, motives, interests owned by the student. 
Teaching is motivated membentukaktivitasdan imaginitas on gum to try to seriously seek appropriate ways and matching to generate and maintain student motivation. Guru always tried to keep the students in turn have self motivation and good. 
        Successful or not successful in generating motivation in teaching the use of a very close relationship with the rules of discipline in the classroom. Hi this failure resulted in the emergence of discipline problems in the classroom. 
        The principle motivation to be one of the integral part of the teaching principles. The use of motivation in teaching not only complement the teaching procedures, but also factors that determine effective teaching. Similarly, teaching is a very important principle of motivation in learning and teaching. 
       In order to motivate students to learn in school that embraces democratic view, by creating learning presented by Kenneth M. Mover is: 
1) Praise. Because of praise has great value for the students to learn. 
2) Benefits established interests of the students who are economically. 
3) activities that stimulate student interest. Teachers stimulate student interest according to the conditions. 
4) Anxiety great cause learning difficulties for students. 
5) The task is too difficult and no one will help make students become frustrated. 
6) Pressure groups of students typically are passive in this group is not well in the relationship between group members. 
7) Creativity large student motivation is closely related to learning for students. 
            Each party involved in schooling activities should strive to pay attention and look for ways to grow, maintain, and direct motivation so that students can achieve optimal performance. Richard I Arends in his book Learning to Teach suggest a few things that can be done to motivate the learners, among others: 
1) The attitude of the teachers believe in the ability of students 
            Many things affect student brought to school like his personality, his past experiences, life at home, and so on. These factors may affect how hard did they try in school. Nevertheless, these factors can not be changed much by the teachers. The most important thing to do is entirely the teacher's behavior and beliefs of teachers themselves to the learners. Believes that every student can learn and therefore has the potential to grow to its full potential can affect the pattern learning approaches of teachers in the school to be more painstaking and promotive. Thus, raises students' self-confidence and belief that they can overcome the learning problems they face. 
2) Creating a positive learning situation 
            Create a learning environment that is fun, safe, and comfortable, it is important to be able to motivate students. 
3) Build the attention and the intrinsic values ​​of students 
            Attention and build intrinsic motivation of learners is essential. Some things you can build interest and curiosity of the students are: 
- Connect lessons with students' daily lives 
-Use the student's name in a positive illustrates 
- Serve the subject matter in the form of the story is lackluster. For example:'' When you ordered a milkshake (refer to certain well-known brand) you favorite, then he will not melt even if you reheat in the oven. It was caused by the emulsifiers made ​​from algae we are studying this.'' 
     - In addition, the use of games, simulations, educational trips, guest speakers can motivate students to actively engage in the learning process in schools. 
4) Set the Task Difficulty 
            Tasks that are too easy just requires a little effort and does not produce the desire to succeed so that automatic bias is not motivating. Similarly, a task too difficult to write how much they did not even attempt to motivate even possibly lead to frustration. Hence the difficulty level of the tasks given to be proportional. 
5) Utilize feedback (feedback) 
            Feedback regarding the good performance can foster intrinsic motivation. Conversely, feedback related to poor performance can be a useful input for learners to be able to fix the origin really followed up. Therefore, the evaluation questions that have been given should be reviewed so that students know their failure to resolve some of these questions. 
6) Pay attention to the needs of students 
            In general, students need to self-determination is the ability to determine the choices will be met when they are given the right to make a statement about their classroom environment and their learning tasks. 
7) Facilitation of group formation and group cohesion 
        Building a positive classroom environment to motivate students for achievement. This requires attention to the social and emotional needs of students in addition to their academic needs. Working in groups with measurable goals and competitive spirit of the students can be a driving force in the execution of their learning tasks. So a few things to grow and maintain student motivation in learning. Of course in addition there are many things that can motivate the students. The most important of it all is how to follow the commandment of behavior and speech teachers, employees, students and school leaders to be positive and build the confidence of students rather than their humble confidence. 
        b). Efforts Improve Student Motivation. 
         Teachers in schools facing many students with diverse learning motivation. The teacher's role here is quite a lot to improve learning. Efforts to increase student motivation including the following. 
1) Optimization of Application of Learning 
        Learning efforts associated with multiple learning principles among others: 
Learning becomes meaningful when students understand the purpose of learning. Therefore, teachers need to explain the learning objectives are hierarchical. 
        Learning becomes meaningful when students are exposed to solving the challenge. Therefore, the laying sequence of challenging issues must be well prepared teachers. 
        Learning becomes meaningful when the teacher is able to address all the mental abilities of students in the program specific activities. Therefore, in addition to teaching materials separately, teachers should make learning in the teaching unit or project. 
        In accordance with the mental development of the student, then the student needs bahanbelajar materials is increasing. Therefore, teachers need to adjust ingredients from the most simple to the challenging. 
        Learn to be a challenge when students understand the principles of assessment and avail the learning value to the lives of the future. Therefore, teachers need to notify the criteria of success or failure to learn. 
2) Elements of Dynamic Optimization of Teaching and Learning 
       Teachers can seek optimization of dynamic elements that exist within the students and the students in the environment in the following way. 
a) Providing opportunities for students to express learning barriers experienced 
b) To maintain interest, willingness, and the spirit of learning to realize the follow-learning, teachers' remains constantly "pushing 
c) Ask for the opportunity to parent or guardian, to the member an opportunity to students to actualize ourselves in the learning 
d) Utilize the elements of an environment that encourages learning, for example, newspapers, and television shows focusing disturbing to learn that prevented 
e) Using a time in an orderly manner, amplifier and happy atmosphere focused on learning behavior 
f) The teacher stimulates students with reinforcement members confidence that he can overcome obstacles and Segal "certainly succeed". 
3) Optimizing the Use of Experience and Ability Students 
       Teacher learning is driving trips for students. As a driver, then teachers need to understand and record the students' difficulties. Teachers must use students' learning experience and the ability to manage student learning. 
Efforts to optimize the utilization of the student experience can be done as follows: 
a) Students are assigned reading material prior learning 
b) Teachers learn things difficult for students 
c) The teacher solves the difficult things, by searching for "how to solve". 
d) The teacher teaches "how to solve" and educate the courage to overcome adversity. 
e) The teacher invites students to experience and cope with adversity. 
f) The teacher provides an opportunity for students who are able to solve problems to help his colleagues were experiencing difficulty. 
g) The teacher gives reinforcement to students who have overcome hardships own learning. 
h) Teachers appreciate the experience and ability of students to learn independently. 
4) Development of ideals and aspirations Learning 
       Teachers are educators of the nation. He is likely to engineer and mendidikkan ideals of the nation. Mendidikkan efforts and develop goals DAPT study done in various ways, including: 
a) The teacher creates a learning environment encouraging 
b) Teachers engage all students to maintain a learning facility 
c) The teacher invites students to make the race as well as to learn 
d) The teacher invites students and parents to complement the learning facility 
e) The teacher encouraged students and noted his wishes and desires are achieved not achieved 
f) Teachers work closely with other education such as parents, teachers, and others to mendidikkan and develop the ideals of lifelong learning. 
     In order to develop the learning goals, teachers and other educators to create learning programs. Programs that can be done include: 
g) Program reading contest was held to welcome the day of independence 
h) program of scientific writing competition, fine arts, crafts, performance art creativity, and so on 
i) social services and learning programs for students and youth organizations. 
b. Students (Teacher Candidate) 
2.4. Various Learning Resources 
1. Sources principal 
Principal source of Islamic teaching is the Quran and Al-Hadith. In the early days of the growth of Islam, Prophet Muhammad SAW has made the Quran as a source of learning Islamic education in addition to his own Sunnah (Hadith). 
The position of the Quran, as the most important source of learning described by God in His word. 
God's Word. : (Write the Arabic yes sir .......) 
It means: "And We have sent down to thee the Book (Al-Qur'an) is but so that you can explain to them the dispute and a guidance and a mercy for people who believe". (Al-Nahl Q.S.: 64). 
He also asserts as his saying: 
Meaning: "I leave to you two cases (heirloom) you will not get lost for ever, as long as you still hold on to both the Qur'aan and Sunnah Rasulllah". (Transmitted by Bukhari and Muslim). 
2. Additional sources 
Learning resources on a major learning resource called (principal). But in addition to learning basic sumberr above there are several other learning resources. 
1) Human resources (people, people) 
2) teaching materials 
3) learning situation 
4) The mass media 
5) Equipment and supplies learning 
6) Activity (engineering) 
7) Natural environment 
8) Library. 

CHAPTER III 
CONCLUSION 
Motivation to learn is to experience growth in terms of mental health, that is affected by the physiological and psychological maturity of students. The things that affect students' motivation to learn in them the ideals or aspirations of the student, the student's ability, the condition of the student, the student environmental conditions, dynamic elements in learning and teaching and the efforts of teachers in teaching students. 
Efforts to increase the motivation to learn covers for faculty and students who will become teachers later. For faculty or teacher's efforts to do them, to optimize the application of principles of learning, teaching and learning dynamic element, the use of 
Experience and abilities of students, and the development of the ideals and aspirations of learning. As for the students, efforts to do consist of in terms of learning, such as mevisualkan subject matter, learning anything, and always develop learning objectives. In terms of teachers and friends, such as looking for teaching teachers and associating with people who have a positive spirit.

0 Response to "KUMPULAN MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MOTIVASI SISWA "

Post a Comment

Agen Bola