KUMPULAN MAKALAH KEPERAWATAN LENGKAP DAN TERBARU 2014



DISTANCE LEARNING DALAM KEPERAWATAN

DISTANCE LEARNING DALAM KEPERAWATAN

A.    Latar Belakang
Perawat merupakan salah satu anggota tim perawatan kesehatan yang multidisiplin selain dokter, asistem dokter, ahli terapi fisik, ahli terapi okupasi, farmasi, ahli terapi respirasi, pekerja sosial, dan rohaniawan. Dalam praktik keperawatan perawat memiliki peran antara lain sebagai pemberi pelayanan, pendidik, konselor, advocate, kolabolator dan change agent(Potter, 2005). Untuk menjalankan peran tersebut perawat memerlukan pengetahuan dan ketrampilan yang selalu terus berkembang. Sesuai dengan salah satu karateristik utama perawat sebagai suatu profesi yaitu memerlukan pendidikan lanjut dari anggotanya.
Visi Indonesia Sehat 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep.Kes (1999) menyatakan bahwa, gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.
Asuhan keperawatan yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan secara integral juga tetap harus mengarahkan visi tersebut dimana pelayanan keperawatan sudah semestinya diarahkan ke aspek preventif dan promotif. Perawat semakin dituntut untuk professional dan mengedepankan perkembangan tehnologi kesehatan, dimana pasien/klien yang membutuhkan asuhan keperawatan dapat berasal dari berbagai kalangan dan dalam “dunia maya” (cybernet), dimana semakin ditandai dengan tingginya pengguna internet di Indonesia, dan semakin banyaknya website di bidang kesehatan.
Semakin berkembangnya ilmu teknologi bidang keperawatan yang tidak hanya di Indonesia saja tetapi di berbagai negara di seluruh dunia maka perawat dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu keperawatan. Untuk mengikuti perkembangan ilmu di dalam negeri sendiri saja tidak mudah dengan keterbatasan yang menghambat perawat untuk bisa mengakses ilmu-ilmu baru untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ditinjau dari geografis Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan memang mempunyai tantangan tersendiri dalam mengembangkan sistem pendidikannya. Kendala yang dihadapi tentulah tidak akan sama dengan negara tetangga seperti Singapura ataupun Filipina. Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dan penduduknya pun juga tersebar di berbagai pulau. Sebenarnya inilah tantangan terbesar bangsa kita sebagai bangsa dalam menyampaikan jaminan hak warga negaranya yang bernama pendidikan. Geografis Indonesia membutuhkan suatu dukungan solusi yang dapat memecahkan permasalahan jarak ini (Masykur Ramadhani, 2004).
Berdasar kendala tersebut dan sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan atau latihan. Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh (Distance Learning/DL)yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja (Hadiana dan Djaelani).
Adanya alternatif peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui pendidikan jarak jauh bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan perawat dengan mengikuti Distance Learning (DL). Untuk itu penulis dalam makalah ini akan mengulas mengenai DL dalam mengembangkan kemampuan perawat.

B.     Tinjauan Teori
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memperoses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Implikasi teknologi Informasi pada Pendidikan Kejuruan
Adanya internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui internet. Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik dio Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi (Muslim, 2005).
Aplikasi Web
Web merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning). Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut: Synchronous System, aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb; Asynchronous System, aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb. Dibeberapa negara yang sudah maju dengan kondisi infrastruktur jaringan kecepatan tinggi akan sangat memungkinkan penerapan teknologi multimedia secara waktu nyata seperti video conference untuk kepentingan aplikasi e-Learning, tetapi untuk kondisi umum di Indonesia dimana infrastruktur jaringannya masih relatif terbatas akan mengalami hambatan dan menjadi tidak efektif. Namun demikian walaupun tanpa teknologi multimedia tersebut, sebenarnya dengan kondisi jaringan internet yang ada sekarang di Indonesia sangat memungkinkan, terutama dengan menggunakan sistem asynchronous ataupun dengan menggunakan sistem synchronous seperti chatting yang disesuaikan dengan sistem pendukung pendidikan yang akan dikembangkan.
Sistem Pendukung Pendididikan
Dengan adanya sistem ini proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja dimana secara terpusat guru memberikan pelajaran secara searah, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Mereka bisa terus berkomunikasi sesamanya kapan dan dimana saja dengan cara akses ke sistem yang tersedia secara online. Sistem seperti ini tidak saja akan menambah pengetahuan seluruh siswa, akan tetapi juga akan turut membantu meringankan beban guru dalam proses belajar-mengajar, karena dalam sistem ini beberapa fungsi guru dapat diambil alih dalam suatu program komputer yang dikenal dengan istilah agent [5].
Disamping itu, hasil dari proses dan hasil dari belajar-mengajar bisa disimpan datanya di dalam bentuk database, yang bisa dimanfaatkan untuk mengulang kembali proses belajar-mengajar yang lalu sebagai rujukan, sehingga bisa dihasilkan sajian materi pelajaran yang lebih baik lagi.
Konfigurasi Sistem
Gambar di bawah menunjukkan struktur global dari sistem pendukung untuk e-Learning. Pemakai sistem dalam hal ini siswa dan guru dapat mengakses ke sistem dengan menggunakan piranti lunak browser.

Struktur Sistem
Seperti pada gambar di atas, Implementasi client/server untuk sistem penunjang pendidikan berbasis kolaborasi di internet, pada dasarnya harus memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
  • Collaboration, untuk melakukan kerjasama antar siswa dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kolaborasi ini bisa diwujudkan dalam bentuk diskusi atau tanya-jawab dengan memanfaatkan fasilitas internet yang umum dipakai misalnya: e-mail, BBS, chatting, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan dibuat.
  • Database, untuk menyimpan materi pelajaran dan record-record yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar khususnya proses kolaborasi.
  • Web Server, merupakan bagian mengatur akses ke sistem dan mengatur tampilan yang diperlukan dalam proses pendidikan. Termasuk pula pengaturan keamanan sistem. (Hadiana dan Djaelani).
Pergeseran Pandangan Tentang Pembelajaran
Lingkungan
Berpusat pada guru
Berpusat pada siswa
Aktivitas kelas
Guru sebagai sentral dan bersifat didaktis
Siswa sebagai sentral dan bersifat interaktif
Peran guru
Menyampaikan fakta-fakta, guru sebagai ahli
Kolaboratif, kadang-kadang siswa sebagai ahli
Penekanan pengajaran
Mengingat fakta-fakta
Hubungan antara informasi dan temuan
Konsep pengetahuan
Akumujlasi fakta secara kuantitas
Transformasi fakta-fakta
Penampilan keberhasilan
Penilaian acuan norma
Kuantitas pemahaman , penilaian acuan patokan
Penilaian
Soal-soal pilihan berganda
Protofolio, pemecahan masalah, dan penampilan
Penggunaan teknologi
Latihan dan praktek
Komunikasi, akses, kolaborasi, ekspresi

Idealnya Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Harus Memiliki Unsur-Unsur Sebagai Berikut:
·         Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya
·         Interaksi dalam grup; para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
·         Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.
·         Pendalaman materi dan ujian; biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning.
·         Perpustakaan digital; pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
·         Materi online diluar materi kuliah; untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya lewat web.
·          
   

(Muh. Ulinnuha)












Gambar. Jaringan komputer dalam pembelajaran (Muh. Ulinnuha)


C.    Pembahasan
Sistem pendidikan model distance learning memberikan kesempatan yang luas bagi perawat untuk bisa mengakses perkembangan-perkembangan ilmu keperawatan yang muncul. Beragamnya tingkat pendidikan perawat di Indonesia dan berdasarkan letak geografis Indonesia, maka distance learning bisa menjadi alternatif bagi dunia keperawatan baik bagi perawat maupun mahasiswa keperawatan untuk secara fleksibel, bisa dilakukan kapan saja dan dimanapun.
Sesuai dengan pendapat Alisjahbana I. (1966) bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner (Departemen dalam Negeri RI, 2006). Dengan model distance learning perkembangan ilmu keperawatan terbaru, pembelajaran tindakan keperawatan dapat selalu diikuti dalam arti selalu up to date.
Bagi yang telah melaksanakan distance learning telah mendapatkan beberapa fakta yang menguatkan manfaat dari model pembelajaran tersebut. Peneliatian yang dilakukan Rr. Tutik Sri Hariyati tahun 2005 pada mahasiswa FIK UI didapatkan hasil dari 253 responden dengan deskripsi: 116 mahasiswa reguler, 110 mahasiswa ekstensi, dan 16 mahasiswa pasca sarjana menunjukan 60,7% mengatakan  saat ini metode pembajaran saat ini masih banyak yang menggunakan ceramah, 61,9% menyatakan metode aktiv learning lebih menyenangkan, dan 49,2  % menyatakan lebih menarik apabila diberikan dengan media yang menunggunakan teknologi informasi. Terkait pelaksanaan distance learning (DL), 50,4% menyatakan setuju apabila DL diterapkan di FIK dan 54,4% menyatakan  DL bisa diterapkan di FIK. Terkait kesiapan infrastruktur 43,7 % responden mengatakan FIK masih belum siap untuk pelaksanaan DL.
Dari hasil penelitian di atas menunjukkan model pembelajaran distance learning menyenangkan karena mahasiswa atau peserta didik bisa secara aktif dan mengembangkan kemampuan disertai materi yang dilengkapi dengan media menggunakan teknologi informasi. Keberhasilan model pembelajaran distance learning terkait dengan kesiapan dari infrastruktur.
Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahsisny. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan bulletin board.
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video.
Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah (Departemen dalam Negeri RI, 2006).
Dengan perkembangan program distance learning di Indonesia dan luar negeri perkembangan ilmu pengetahuan keperawatn dan tindakan keperawatan bisa diakses untuk mengembangkan diri.
D.    Kesimpulan
Tuntutan belajar/peningkatan kemampuan diri perawat/ mahasiswa keperawatan di masa yang akan datang bersifat terbuka dan dua arah, multi disipliner serta terkait pada produktifitas kerja ”saat itu juga” dan kompetitif. Teknologi informasi dan telekomunikasi dengan murah dan mudah akan menhilangkan batasan-batasan ruang dan waktu yang selama ini membatasi duania pendidikan. Kondisi yang terjadi dengan pelaksanaan distance learning antara lain : 1) Perawat/mahasiswa perawat dapat dengan mudah mendapatkan pembelajaran/pelatihan dari manapun tanpa terbatas pada batasan institusi dan negara, 2) Perawat/mahasiswa perawat dapat dengan mudah belajar dari pakar di bidang yang diminati, 3) Pembelajaran dapat diakses dari perbagai penjuru dunia. Tentunya pelaksanaan program distance learning hendaknya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang akan menunjang kelacaran pelaksanaan program.

REFERENSI


Perry, Potter. (2000). Buku Ajar : Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik.Jakarta. EGC

0 Response to "KUMPULAN MAKALAH KEPERAWATAN LENGKAP DAN TERBARU 2014"

Post a Comment