Bola Tangkas

KUMPULAN SKRIPSI EKONOMI MANAJEMEN KEUANGAN BANK 2014



                          ANALISIS  LAPORAN  KEUANGAN

 DALAM  MENGUKUR TINGKAT  PROFITABILITAS

  DI PT  PLN (persero) DISTRIBUSI  JAWA BARAT DAN BANTEN

                                                                    UPJ GARUT


ABSTRAK

Judul yang penulis ajukan dalam penelitian ini “ Analisis Laporan Keuangan Dalam Mengukur Tingkat Profitabilitas di PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat  UPJ GARUT“.Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan analisis laporan keuangan,
untuk mengetahui tingkat profitabilitas dan untuk mengetahui bagaimana analisis laporan keuangan dapat mengukur tingkat profitabilitas di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT.
Untuk membahas perumusan masalah tersebut diatas, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode yang menggambarkan atau memecahkan masalah yang dihadapi pada masa sekarang. Dengan teknik pengumpulan data dokumentasi, wawncara,Observasi, dan studi kepustakaan. Dengan teknik analisa dan rasio laba usaha dengan aktiva usaha,rasio rate of return on ivestment, dan rasio profitabilitas ekonomi.
Hasil dari penelitian ini yaitu analisis rasio – rasio profitabilitas untuk 2006 sampai 2008 ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Hal ini terlihat dari rasio laba usaha dengan aktiva tetap tahun 2008 meningkat sebesar 554,12 % dari 645,88 % pada tahun 2006 menjadi 1200 % pada tahun 2007, tahun 2008 berkurang sebesar 557,96% , dari 1200 % tahun 2008 menjadi 1871,45 % tahun 2008. rasio of rate return
on invesment tahun 2007 meningkat sebesar 557,96 % dari 652.25 % menjadi 1210,21 % pada tahun 2007, tahun 2008 berkurang sebesar 557,96 % dari 652,25 % turun hingga 94,04 % tahun 2008. rasio profitabilitas tahun 2007 penurunan sebesar 1052,08 % dari 1151,19 % menjadi 99,11 % 2008.
Maka hasil penelitian dapat menjawab pertanyaan permasalahan penelitian yaitu bahwa analisis laporan keuangan dapat dijadikan alat bantu bagi manajemen untuk menentukan tingkat profitabilitas di PT PLN  (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT.
Adapun untuk mengurangi penurunan rasio profitabilitas PT PLN (persero) distribusi jawa barat  UPJ GARUT diusahakan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya sehingga diperoleh kenaikan laba.  




BAB I
PENDUHULAN

A.          Latar belakang masalah
Keadaan perekonomian indonesia sedang dilanda krisis yang berkepanjangan sejak tahun 1997, sehingga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha baik perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara ( BUMN ) yang mengalami failed, dikarenakan tidak mampu lagi mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, salah satu penyebab terjadinya peningkatan harga produk dan terjadinya penurunan daya beli konsumen. Sedangkan tujuan daripada perusahaan pada umumnya adalah memperoleh laba, sedangkan tujuan untuk memperoleh laba perusahaan harus mampu bersaing dengan perusahaan yang
lainnya, maka hal tersebut mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas baik kualitas jasa manapun kualitas produk.
            Agar dapat mengetahui perkembangan perusahaan, maka suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangannya dan kondisi keuangan suatu perusahaan akan dapat diketahui dari laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubngan dengan posisi keuangan dan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.
            Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan, maka perusahaan perlu mengadakan analisis terhadap laporan keuangan tersebut. Analisis laporan keuangan sangat diperlukan oleh perusahaan, karena dengan mengnalisis laporan keungan kondisi perusahaan dapat diketahui apakah perusahan itu mengalami kemajuan atau kemunduran.












1
            Dalam menganalisis dan menilai posisi keuangan pada suatu perusahaan, maka perusahaan perlu memiliki alat bantu guna dapat mengukur tingkat keuangan, salah satunya yaitu dengan mengukur tingkat profitabilitas. Profitabilitas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahan dalam memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu.
            Berdasarkan latar belakang tersebut diatas,penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada masalah tersebut denagn mengambil judul : “Analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas di PT PLN ( persero )distribusi jawa barat UPJ GARUT .”
B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.Tujuan penelitian
      Berdasarkan masalah yang ada maka yang menjadi tujuan penelitian adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan analisis laporan
            keuangan di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ  GARUT     
2.      Untuk mengetahui bagaimana tingkat profitabilitas ekonomi di
            PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat UPJ   GARUT  
3.      Untuk mengetahui bagaimana analisis laporan keuangan dapat
            mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN ( persero
             )distribusi jawa barat UPJ   GARUT  
2.   Kegunaan Penelitian
2.1.  Bagi penulis                               
            Bagi penulis penelitian ini sangat bermanfaat dalam mendapatkan gambaran yang sebenarnya antara teori dan praktek. Selain itu dapat menganalisis dan memecahkan masalah dengan menerapkan metode ilmiah,khususnya menyangkut analisis laporan keuangan dapat mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat UPJ  GARUT     
2.2. Bagi perusahaan
            Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sumbang saran bagi perusahaan yang menjadi objek penelitian untuk memperbaiki atau meningkatkan usaha atau cara terhadap laporan keuangan ,Sehingga laporan keungan – keuangannya dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan relevan bagi pihak yang berkepentingan
2.3    Bagi akademis
   Sebagai studi perbandingan antara teori –teori yang diperoleh

2
dibangku kuliah dengan praktek yang berlaku mengenai analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN
 ( persero ) Distribusi Jawa Barat UPJ GARUT . Dan dapat dijadikan sebagai referensi guna penelitian lebih lanjut yang lebih luas dan mendalam untuk penulisan karya ilmiah.
C. Kerangka Pemikiran
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk
memberikan data posisi keuangan dan hasil – hasil yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan, data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak – pihak yang berkepentingan apabila ada data tersebut diperbandingkan untuk tiga periode lebih, dan analisa lebih lanjut sehingga dapat mengetahui apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran.
            Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan biasanya terlihat dalam laporan keuangan yang menyajikan data – data mengenai posisi keuangan, hasil opersai dan perubahan posisi keuangan perusahaan.
Informasi keuangan tersebut akan dapat prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Seperti yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ), yang dikutip dalam buku standar akuntansi keuangan (2002: 2) dalam ranagka menyusun dan penyajian laporan keuangan menyatakan bahwa :
      Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba _ rugi, laporan perubahan posisi keuangan (  yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya,
sebagai laporan arus kas,atau laporan arus dana ), integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.
            Analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Data keuangan perlu disusun dan disederhanakan kemudian dianalisis dan ditafsirkan sehingga dapat memberikan pada perusahaan kearah perkembangannya.
            Untuk melihat perkembangan suatu perusahaan, maka perusahaan perlu mengadakan analisis terhadap laporan keuangan. Analisis laporan keuangan sangat diperlukan oleh perusahaan karena dengan menganalisis laporan keuangan, kondisi perusahaan dapat diketahui apakah perusahaan tersebut mengalami kemajuan atau kemunduran. Selain itu analisis laporan keuangan sangat membantu perusahaan, terutama dalam mengukur tingkat profitabilitas suatu perusahaan. S Munawir (2000: 33)

3
mengemukakan pengertian profitabilitas adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana dengan hasil – hasil tersebut pihak – pihak yang berkepentingan dapat mengambil keputusan.
D. Asumsi dan pertanyaan penelitian
1.Asumsi
Penagambilan langkah yang tepat dari suatu penelitian yaitu dengan melakukan asumsi. Hal ini dimaksudkan agar penulis mempunyai pegangan serta arah dalam penelitian ini, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh komarudin (2001:2) dalam kamus istilah skripsi dan tesis menyatakan asumsi adalah sesuatu yang dianggap tidak mempengaruhi atau dianggap konstan,
asumsi menetapkan faktor – faktor yang dapat diawasi dan dapat berhubungan dengan syarat, kondisi dan tujuan serta memberikan hakekat dan arah argumentasi.
Sedangkan pengertian asumsi menurut Winarno  Surakhmad yang dikutip dalam buku Metodologi penelitian (2004:58) menyatakan bahwa asumsi merupakan sesuatu yang dianggap konstan, asumsi menetapkan faktor – faktor yang diawasi, asumsi dapat berhubungan dengan syarat – syarat, kondisi – kondisi dan tujuan, asumsi memberikan hakekat, bentuk,dan arah argumentasi.
Berdasarkan pengertian diatas, maka untuk mempermudah penelitian, penulis menentukan asumsi sebagai berikut :
  1. Penyusunan laporan keuangan pada PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ
GARUT telah memenuhi prinsip – prinsip standar akuntasi
  1. Kemampuan dan keterampilan petugas penyusun laporan keuangan di PT PLN
            (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT dianggap memiliki SDM yang baik
  1. Kebijakan PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT yang berkaitan
dengan penyusunan laporan keuangan dan analisis laporan keuangan dianggap
            konstan.
1.      Pertanyaan penelitian
Dengan asumsi tersebut diatas maka penulis mengajukan
pertanyaan penelitian yaitu apakah laporan keuangan dapat digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT ? 




4
F. Definisi Opersional
Untuk menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman juga penafsiran antara penulis dan pembaca, maka perlu adanya penafsiran istilah. Istilah yang digunakan dalam skripsi ini adalah :
1.Kamus besar Bahasa Indonesia edisi ke tiga
    (2000:43) menyatakan bahwa analisis adalah penyelidikan
    terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang
    sebenarnya.
2. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam bukunya standar                                                         
     akuntansi keuangan (2000:2) maenyatakan bahwa laporan 
     keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan
     yang lengkap biasanya
     meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat
    disajikan dalam berbagai cara
    misalnya laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan, dan laporan lain serta
    materi penjelasan yang
    merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
    Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi
    tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.
3. Munawir (2000: 33) menyatakan bahwa profitabilitas
     Adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk
     Menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Munawir (2000: 31) menyatakan bahwa analisis laporan
    Keuangan adalah memperbandingkan elemen – elemen
    Yang terdapat dalam laporan keuangan untuk dianalisis
    Dalam tiga periode atau lebih, sehingga akan dapat
    Diketahui keadaan finansial suatu perusahaan yang akan
   Mendukung keputusan yang akan diambil
Memperhatikan pengertian istilah diatas, maka yang dimaksud  dengan analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas dalam penelitian ini adalah kegiatan penyelidikan laporan keuangan yang mencakup neraca, dan laporan rugi laba, dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan cara membandingkan elemen – elemen yang terdapat dalam laporan keuangan sebanyak 3 tahun.  
                                                                                         

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Analisis laporan keuangan
1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
            Analisis laporan keuangan merupakan penelaahan terhadap hubungan – hubungan dan kecenderungan terhadap laporan keuangan untuk menilai apakah posisi, keuangan, hasil opersi, dan perkembangan perusahaan itu memuaskan atau tidak.
Menurut S. Munawir (2000: 31) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Data keuangan akan lebih berarti bagi pihak – pihak yang Berkepetingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua Periode atau lebih dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat
Mendukung keputusan yang akan diambil.
Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2003: 327) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Dengan menghubungkan elemen – elemen dari  berbagai aktiva satu dengan yang lainnya, elemen – elemen dari berbagai pasiva satu dengan lainnya serta menghubungkan elemen – elemen dari aktiva dan pasiva dalam neraca pada suatu saat tertentu akan dapat
diperoleh banyak gambaran mengenai posisi atau keadaan finansial Suatu  perusahaan.
            Dari pertanyaan diatas, dapat dikemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah memperbandingkan elemen – elemen yang terdapat dalam laporan keuangan untuk di analisis dalam dua periode atau lebih, sehingga akan dapat diketahui keadaan finansial suatu perusahaan.
2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan
            Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak – pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung keputusan yang akan diambil.




6
            Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam standar akuntansi keuangan (2002: 4) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyngakut posisi keuangan, kinerja ,serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
            S Munawir (2000: 6) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan.
            Sedangkan menurut bertein yang dialih bahasakan oleh Sofyan Safri Haraphap (2003; 147) menyatakan bahwa tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
a.Screening
   Analisis dilakuakan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi laporan
   keuangan perusahaan dalam memilih kemungkinan investasi atau merger
b.Understanding
   Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memahami perusahaan,kondisi keuangan
  dan hasil usahanya
c.Forcasting
  Analisis dilkukan dengan tujuan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan
  dimasa yang akan datang
d.Dignosis
   Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah yang terjadi
   baik dalam manajemen, oprasi, keuangan, atau masalah lainnya
e.Evaluation
   Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memulai prestasi manajemen dalam
   mengelola perusahaan
            Dari pendapat diatas,dapat dikemukakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi atau untuk memberikan gambaran mengenai posisi keuangan dari satu perusahaan yang bermanfaat bagi pimpinan untuk merumuskan kebijksanaan perusahaan untuk masa yang akan datang.
3.    Sumber Analisis Laporan Keuangan 
            Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu perusahaan, perlulah perusahaan mengadakan interprestasi atau analisis terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan, dan data keuangan itu akan tercermin didalam laporan keuangan.


7
  • Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam bukunya standar akuntasi keuangan (2002: 2) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Laporan keuangan merupakan bagian proses pelaporan keuangan.laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca,laporan Rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas,
atau laporan arus dana), catatan dari laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. 
  • Menurut  myner dalam bukunya financial statement analisis yang dialih bahasakan oleh S.
  •  Munawir (2000:5) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusn oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca, atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau rugi laba. Pada waktu akhir – akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan – perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan).
  • Menurut Zaki Baridwan yang dikutip dalam buku intermediate accounting (2001:17)menyatakan bahwa pengertian laporan keuangan adalah sebagai berikut : 
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, yang juga merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggung jawabkan Tugas – tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. disamping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan – tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak – pihak diluar perusahaan.
  • Menurut Bambang Riyanto dalam bukunya dasar – dasar
pembelajaran perusahaan (2003: 327) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :







8
Laporan finansial (financial statment), memberikan ikhtisar mengenai kaedaan financial suatu perusahaan, dimana neraca atau(balance sheet) mencerminkan nilai aktiva,utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil – hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.
Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan rugi – laba serta laporan perubahan modal, dimana neraca menunjukan atau menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan perhitungan dari laporan rugi – laba memperlihatkan dari hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan –alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.
Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai alat penguji dan pekerjan bagi pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan dari suatu perusahaan,
dimana dengan hasil analisis tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil – hasil yang dicapai oleh perusahan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Laporan keuangan disajikan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan pihak intern dan pihak ekstern yaitu untuk keperluan pimpinan perusahaan dalam mengendalikan perusahaan yang di pimpinnya agar dapat mencapai tujuan – tujuan secara efesien. Pihak ekstern yaitu untuk keperluan para pemegang saham, para kreditur, pemerintah dan pihak – pihak lain yang memerlukan.
Munawir (2000:2) menyatakan bahwa pihak – pihak yang berkepentingan dalam perusahaan yaitu :
1.Pemilik perusahaan,
   Sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaanya,terutama untuk perusahaan – perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena dengan laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manager dalam memimpin 



9
    perusahaannya dan kesuksesan seorang biasanya dinilai atau diukur dengan laba yang diperoleh perusahaan.
2. Manager atau pimpinan perusahaan
    Dengan mengetahui posisi keuangan perusahaannya period yang baru lalu akan dapat menyusun rencana yang baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan – kebijaksanaannya yang lebih tepat. Bagi  managemen yang penting adalah bahwa laba yang dipakai cukup tinggi, cara kerja yang efisien, aktiva aman terjaga dengan baik,struktur permodalan sehat dan bahwa perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari deapan, baik dibidang keuangan maupun dibidang opersi.  
3.  Para investor (penanam modal jangka panjang)
    Bankers maupun para kreditur lainnya sangat berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka ini menanamkan modalnya. Mereka ini berkepentingan terhadap prospek keuntungan dimasa mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya, untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut.
4.Para kreditur dan bankers
   Sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan dari suatu perusahaan yang bersangkutan. Posisi atau keadaan keuangan perusahaan peminta kredt akan dapat diketahui melalui penganalisaan laporan keuangan perusahaan tersebut. Hal ini akan dilakukan baik oleh kreditur jangka pendek maupun kreditur jangka panjang.
5.Pemerintah
   Dimana perusahaan tersebut berdomisili, sangat berkepentingan dengan laporan  keuangan perusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik.dinas perindustrian, perdagangan, dan tenaga kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.
            Dari uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum, sehingga tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi semua pihak. Oleh karena itu tanggung jawab manajemen untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang lazim digunakan Indonesia, sehingga laporan keuangan yang disajikan dapat dipahami oleh semua pihak.





10
            Adapun bentuk – bentuk laporan keuangan sebagai berikut , laporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan rugi – laba , laporan equitas serta laporan keuangan lainnya yang dapat mencerminkan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan selama periode tertentu. Untuk lebih memahami hal tersebut perlu kiranya bagi penulis untuk membahas tentang bentuk isi serta prinsip – prinsip dari tiap macam laporan keuangan.
a)  Neraca      
            Menurut S. Munawir (2000: 13) menyatakan neraca adalah sebagai berikut :
                 Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang srta modal dari suatu perusahaan pada suatu tertentu.jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu peruasahaan pada tanggal tertentu,
biasanya pada waktu dimana buku- buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender,sehingga neraca sering disebut dengan balance sheet.
            Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa neraca adalah laporan yang menyajikan tentang aktiva,hutang,dan modal suatu perusahaan pada saat tertentu atau periode tertentu.
            Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang, dan modal.
1)   Aktiva
            Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva adalah sebagai berikut :
            Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi termasuk juga pengeluaran – pengeluaran yang belum dialokasikan ( deffered charges ) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya ( itengible assets ) misalnya goodwill, hak patent, hak menerbitkan dan sebagainya.
            Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan ( 2002: 13 ) menyatakan bahwa aktiva adalah sumber data yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh dari perusahaan.
            Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa aktiva adalah sumber – sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan manfaatnya dimasa datang.
            Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar :


11
a)      Aktiva lancar
Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva lancar adalah sebagai berikut :
Uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk
dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumen dalam periode berikutnya ( paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal ).
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:92) menyatakan bahwa aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal, perusahaan, yang mana yang lebih lama.
            Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan atau diuangkan dalam waktu satu tahun atau dalam siklus opersai normal.
            Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah :
1)      kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai
operasi perusahaan.
2)      Investasi jangka pendek ( surat –surat berharga atau
marketable securities ), adalah investasi yang sifatnya sementara ( jangka pendek ) dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.
3)      piutang weseal, adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain
yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang
diatur dalam undang – undang karena wesel pembuatanya diatur dengan undang – undang, maka wesel ini lebih mempunyai kekuatan hukum dan lebih terjamin pelunasannya, dan piutang wesel ( notes receiveable ) ini dapat diperjual belikan.
4)      piutang dagang, adalah tagihan kepada pihak lain ( kepada kreditor atau langganan ) sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit.
5)      persediaan, untuk perusahaan perdagangan yang dimaksud dengan persedian adalah semua barang – barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih digudang atau masih belum laku dijual. Untuk perusahaan
6)      manufacturing ( yang memproduksikan barang ) maka persediaan yang dimiliki meliputi : persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam dalam proses, dan persediaan barang jadi.
7)      piutang penghasilan atau penghasilan yang masih harus diterima ,adalah penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa atau
12
prestasinya, tetapi belum diterima pembayarannya, sehingga merupakan tagihan.
8)      pereskot atau biaya yang harus dibayar dimuka, adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa atau prestasi dari pihak lain, tetapi pengeluaran itu belum menjadi biaya atau jasa atau prestasi pihak lain itu dinikmati oleh perusahaan pada periode ini melainkan pada periode berikutnya.
b)      Aktiva tidak lancar
Menurut S. Munawir (2000: 16) menyatakan aktiva tidak lancar adalah sebagai berikut :
Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang
( mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan ).
Yang termasuk aktiva lancar adalah :
1)      investasi jangka panjang dapat berupa :
(a) saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman dari
perusahaan lain.
(b) aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan usaha
perusahaan
(c) dalam bentuk dana – dana yang sudah mempunyai tujuan
Tertentu.
Tujuan investasi atau penanaman ini pada umumnya adalah untuk
Dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan atau kegiatan terhadap perusahaan lain, untuk memperoleh pendapatan yang tetap secara terus menerus, untuk membentuk suatu dana tujuan – tujuan tertentu, untuk membina hubungan baik drngan perusahaan lain, dan untuk tujuan – tujuan lainnya.
            Penyajian investasi jangka panjang ini dalam neraca adalah sebesar cost atau harga perolehan dari investasi tersebut,yang meliputi harga beli, komisi perantar, pajak, dan pengeluaran – pengeluaran lain sehubungan dengan pembelian investasi jangka panjang tersebut.
2)      aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang
fisiknya nampak (kongkrit) dimasukan dalam aktiva tetap ini meliputi :
a)  tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan
     operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat
     parkir, dan lain sebagainya.

13
b)  bangunan baik bangunan kantor, toko, maupun bangu
untuk pabrik
c)   Mesin
d)      Inventaris
e)       Kendaraan atau perlengkapan alat – alat lainnya
3)      Aktiva tetap tidak terwujud ( intangable fixed assets ) adalah
kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak nampak, tetapi
merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki
oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan
termasuk dalam aktiva tetap tidak terwujud ini meliputi :
hak cipta, merek dagang, biaya pendirian ( orgaization cost ),
lisensi, goodwill,dan sebagainya.
4)      Beban yang ditangguhkan ( deferred charges ),adalah
menunjukan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang ( lebih dari satu tahun ),atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga pada periode – periode berikutnya.


5)      Aktiva lain – lain adalah menunjukan kekayaanya atau aktiva
perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukan
dalam klasifikasi – klasifikasi sebelumnya, misalnya gedung
dalam proses, tanah dalam penyelesaian piutang jangka
panjang dan sebagainya.
2)   Hutang
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 18) menyatakan bahwa
hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi,dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang bersal dari kreditur.
            Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:17) menyatakan hutang adalah kewajiban merupakan hutang masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaianya diharapkan mengakibatkan arus kas keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
            Dari pengertian tersebut diatas, dapat dikemukakan bahwa hutang atau kewajiban adalah hutang yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

14
            Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam hutang lancar ( hutang jangka pendek ) dan hutang jangka panjang.
(a)  Hutang lancar atau hutang jangka pendek
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 18) menyatakan bahwa hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya
akan dilakukan dalam jangka pendek ( satu tahun sejak tanggal neraca ) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:911) menyatakan bahwa kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama.
Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kewajiban jangka pendek adalah hutang jangka
 pendek atau hutang lancar yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun.
Yang termasuk hutang lancar adalah :
1)      Hutang dagang, adalah hutang yang timbul karena
adanya pembelian barang dagang secara kredit
2)      Hutang wesel, adalah hutang yang disertai dengan janji
tertulis ( yang diatur dengan undang – undang ) untuk
            melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu
tertentu dimasa yang akan datang
3)      Hutang pajak, baik pajak untuk perusahaan yang
bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang
            belum disetorkan ke kas negara.
4)      Biaya yang masih harus dibayar, adalah biaya – biaya
yang harus sudah terjadi tetapi belum dilakukan
pembayarannya.
5)      Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, adalah
sebagian ( seluruh ) hutng jangka panjang yang sudah
            menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera
dilakukan pembayarannya.
6)      Penghasilan yang diterima dimuka ( defered revenue )
adalah penerimaan uang untuk penjualan barang dan jasa
yang belum direalisasi.

15
b)    Hutang jangka panjang
Menurut Menurut S. Munawir (2000:19) menyatakan bahwa hutang lancar atau hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya ( jatuh tempo ) masih jangka panjang ( lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca ).
Dari pengertian diatas, bahwa yang dimaksud hutang jangka panjang adalah hutang yang periode pengambilannya lebih dari satu tahun.
Yang termasuk hutang jangka panjang adalah :
  • hutang obligasi
  • Hutang hipotik, adalah hutang yang dijamin dengan aktiva tetap 
Tertentu
  • Pinjaman jangka waktu yang lain
3)   Modal
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 19) menyatakan Modal
sebagai berikut :
            hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal ( modal saham ), surflus dan laba yang
 ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang – hutangnya.
            Sedangkan menurut ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam buku standar akuntansi keuangan (2002:17), menyatakan bahwa modal atau ekuitas adalah hak residul atau aktiva perusahaan setelah dikurangi semua perusahaan.
Bentuk neraca  :
            Menurut S Munawir bentuk – bentuk neraca (2000: 20) adalah sebagai berikut
v  bentuk skronto ( account form ) dimana semua aktiva tercantum 
    sebelah kiri atau debet dan hutng,serta modal tercantum sebelah
    kanan atau kredit
v  Bentuk vertical ( refort form ), dalam bentuk ini semua aktiva
    nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti dengan hutang
    jangka pendek, hutang jangka panjang, serta modal
v  Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi
    keuangan perusahaan, bentuk ini bertujuan agar kedudukan atau
    posisi keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas.



16
b.  Laporan rugi laba
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 26) menyatakan bahwa
laporan rugi – laba  adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan biaya, rugi – laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Bentuk rugi – laba
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 26) menyatakan bahwa
laporan rugi – laba adalah sebagai berikut :
  1. Bentuk single step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan
            menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok,
sehingga untuk menghitung rugi – laba bersih hanya memerlukan
satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total
penghasilan
  1. Bentuk multiple step, dalam bentuk ini dilakukan pengelompokan
yang teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum
  1. Laporan rugi – laba yang ditahan, laba – rugi yang timbul secara
insidential dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan – laporan
 rugi – laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan (
retained earning statement ) atau dalam laporan perubahan modal,
tergantung pada konsep yang dianut perusahaan.
C. Lporan laba yang ditahan
Menurut S. Munawir (2000: 7) menyatakan bahwa laporan laba yang ditahan adalah suatu laporan yang didalamnya ditunjukan mengenai laba yang tidak dibagi awal periode ditambah ditunjukan mengenai laba yang tidak dibagi awal periode ditambah dengan laba ( dalam laporan rugi – laba ) dan dikurangi dengan deviden yang diumumkan selama periode yang bersangkutan.
Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan laporan laba yang ditahan adalah laporan yang terdiri dari laba yang tidak dibagi awal periode ditambah dengan laba yang terdapat dalam laporan rugi – laba dan dikurangi dengan deviden.
Laba atau rugi yang timbul secara insidential dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan – lporan rugi – laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan ( retained earning statement ) atau dalam laporan perubahan modal tergantung pada konsep yang dianut oleh perusahaan yang bersangkutan.
Kalau perusahaan mengikuti clean surflus principle atau all anclusive concept,maka semua rugi laba insidential nampak dalam laporan rugi – laba, dan dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi :
17
a). Net income yang ditransfer dari laporan rugi –laba
b).Deklarasi ( pembayaran ) devident
c).Penyisihan dari laba ( appropriation of retained earning )
Kalau perusahan mengikuti non clean surplus concept atau current operating performance, maka dalam laporan rugi – laba hanya menentukan hasil dari oprasi normal periode itu, sedangkan rugi – laba yang timbul secara insidential nampak dalam laporan perubahan modal atau laporan laba yang ditahan.
4, Metode dan teknik analisis laporan keuangan
            Analisis laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau mempelajari hubungan – hubungan dan tendesi atau kecenderungan ( trend ) untuk menentukan posisi kekeuangan dan hasil opersi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan.
            Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos – pos yang ada laporan, sehingga dapat diketahui perubahan – perubahan dari masing – masing pos tersebut bila dibandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk suatu perusahaan tertentu, atau diperbandingkan dengan alat – alat perbandingan lainnya, misalnya diperbandingkan dengan laporan keuangan yang dibudgetkan atau dengan laporan keuangan perusahaan lainnya.
Menurut S Munawir (2000: 36)menyatakan metode analisa yang dapat digunakan dalam menganalisa laporan keuangan terdiri dari dua metode yaitu :
  1. Metode horizontal atau metode dinamis, adalah analisa dengan
menggunakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa
periode atau beberapa saat,sehingga akan diketahui
perkembangannya.
  1. Metode vertikal atau metode analisis statis, adalah apabila
laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode
atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos
yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan
 tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau
hasil operasi pada saat itu saja.
Menurut S Munawir (2000: 36)menyatakan teknik analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut :
  1. Analisa perbandingan laporan keuangan, metode dan teknik
analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk
dua periode atau lebih, dengan menunjukan :

18
    1).    Data absolute atau jumlah – jumlah dalam rupiah
    2).                kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
    3).    kenaikan atau penurunan dalam presentase
    4).    perbandingkan yang dinyatakan dengan ratio
    5).    presentase dari total
1). Tren atau tedensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan
yang dinyatakan dalam presentase, adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukan tendensi tetap,naik atau bahkan turun.
2).Laporan dengan prosentase perkomponen atau comman size statement, adalah metode analisa untuk mengetahui presentase investasi pada masing – masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
3).Analisa sumber dan pengguaan modal kerja, adalah suatu analisa untu mengetahui sumber – sumber serta pengguaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab – sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
4).Analisa sumber dan pengguaan kas ( cash flow statement analysis),adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab – sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber – sumber serta pengguaan uang kas selama periode tertentu.
5).Analisa ratio, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos – pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi – laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
  1. Analisa laporan dari laba kotor ( gross profit analysis),adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab – sebab perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut
  2. Analisis break even, adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.
Metode dan teknis analisa yang digunakan, semuanya itu adalah
merupakan permulaan dari proses analisa yang diperlukan untuk menganalisa laporan keuangan, dan setiap metode analisa mempunyai
tujuan yang sama yaitu untuk membuat agar data lebih dimengerti sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak – pihak yang membutuhkan.

19
4.      Jenis – jenis Analisis Laporan Keuangan
            Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan – kemajuan perusahaan, faktor untuk menilai posisi keuangan dengan mengadakan analisa ratio yang dapat menginterprestasikan kondisi keuangan dari hasil operasi suatu perusahaan.
Tujuan menganalisa pada umumnya adalah tingkat profitabilitas, solvabilitas, dan likwiditas dari perusahaan yang bersangkutan, oleh karena itu angka – angka rasio pada dasarnya juga dapat digolongkan.
            Menurut S Munawir (2000:115) menyatakan angka – angka rasio dapat digolongkan sebagai berikut :
a.       Likwiditas, adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera
dipenuhi,atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangan pada saat ditagih.
b.      Solvabilitas, adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan apabila perusahaan tersebut
dilikwidasikan, baik kewajiban keuangan jangka pendek 
maupun jangka panjang.
c.       Profitabilitas, adalah kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba selama periode tertentu.
B. Profitabilitas
1.  Pengertian Profitabilitas
            Profitabilitas jumlah relatif laba yang dihasilkan dari sejumlah investasi atau modal yang ditanamkan dalam suatu usaha. Profitabilitas merupakan kriteria penilaian yang secara luas digunakan dan dianggap
paling valid untuk dipakai sebagai alat pengukur tentang hasil pelaksanaan operasi perusahaan, karena mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
1. Profitabilitas merupakan alat pembanding pada berbagai altrernatif
    investasi atau penanaman modal yang ( yang sudah barang tentu )
    sesuai dengan tingkat resiko masing – masing secara umum dapat
    dikatakan semakin besar resiko suatu  penanam investasi atau modal
    dituntut profitabilitas yang semakin tinggi pula, demikian sebaliknya.
2. Profitabilitas mampu menggambarkan tingkat laba yang dihasilkan
    menurut jumlah yang ditanamkan atau investasinya, karena
    profitabilitas dinyatakan dalam angka relatif ( persentase ).
    Menurut Bambang Riyanto (2003:35) menyatakan bahwa :
20
            Profitabilitas menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal serta kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama suatu periode tertentu. Dan dinyatakan dalam suatu rumus sebagai berikut :
            L   x 100 %                                                    
            M
Diman L, adalah jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu.
Dan M , adalah modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
Sedangkan Menurut S Munawir (2000:165) menyatakan
profitabilitas adalah sebagai berikut :
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh
laba dengan seluruh modal yang dipergunakan dalam suatu periode
 tertentu, dan untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah
menggunakan modalnya secara produktif dan efesien atau
belum,hal ini dilihat dengan menggunakan analisis profitabilitas.
            Cara untuk menilai profitabilitas atau perusahaan adalah bermacam – macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu dengan yang lainnya. Apabila yang akan diperbandingkan itu laba yang berasal ini opersi usaha, atau laba netto sesudah pajak dengan aktiva operasi, atau laba netto sesudah pajak diperbandingkan dengan keseluruhan aktiva atau laba netto sejumlah pajak dengan jumlah modal tersendiri.
            Jumlah laba yang diperoleh secara teratur kecenderungan atau trend keuntungan yang meningkat merupakan suatu faktor yang perlu mendapat perhatian menganalisis didalam menilai profitabilitas atau perusahaan. Profitabilitas merupakan jumlah relatif laba yang dihasilkan dari sejumlah investasi atau modal yang ditanamkan dalam suatu usaha.
            Dari uaraian diatas, dapat dikemukan bahwa profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dengan memperbandingkan antara laba dengan aktiva atau modal selama periode tertentu yang dinyatakan dalam persentase.
2. Tujuan atau fungsi perusahaan menghitung profitabilitas
            Setiap perusahaan pada umumnya bertujuan untuk mencari laba,dimana laba merupakan barometer untuk menilai sejauh mana kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan, sedangkan untuk mengukur derajat laba suatu perusahaan biasanya digunakan ukuran profitabilitas, yaitu hasil perbandingan antara laba yang dihasilkan pada suatu waktu dengan besarnya modal yang diinvestasikannya.



21
 Profitabilitas secara umum adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya selama periode tertentu. Profitabilitas juga merupakan alat evaluasi yang paling valid tentang hasil operasi perusahaan.
            Manfaat lain yang dapat diambil dari profitabilitas adalah dapat dipakai sebagai alat bantu perusahaan dalam membuat proyeksi laba perusahaan. Adapun tujuan perhitungan profitabilitas bagi perusahaan yaitu untuk mengetahui tingkat laba yang diperoleh dari modal yang dipakai atau dinamakan sebagai gambaran efesiensi perusahaan secara keseluruhan.
3. Jenis Profitabilitas
            Dengan terdapatnya bermacam – macam cara didalam usaha penilaian profitabilitas suatu perusahaan, maka jelas antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya tidak mempunyai kesamaaan didalam perhitungan profitabilitas.   Bambang Riyanto (2003:35) menyatakan bahwa propitabilitas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu profitabilitas ekonomi dan profitabilitas modal sendiri.
a. Profitabilitas ekonomi ( PE )
            profitabilitas ekonomi,adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung profitabilitas ekonomi hanyalah laba dari hasil operasi perusahaan yaitu yang disebut laba usaha.
            Profitabilitas ekonomi (PE) = laba bersih x 100 %                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    
                                                                Modal
b. Profitabilitas modal sendiri ( PMS )
            Profitabilitas modal sendiri atau sering disebut juga profitabilitas usaha, adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disuatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang
menghasilkan laba tersebut dilain pihak. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan atau income tax.
Profitabilitas modal sendiri (PSM) =  laba bersih x 100 %                                                                                                                                              
                                                             Modal sendiri
4. Pengukuran dan penafsiran profitabilitas
Rasio pengukuran profitabilitas dapat dihitung dengan beberapa cara antara alin :
a.       Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
Profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan
menghubungkan antara keuntungan dengan kekayaan atau
asset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan

22
      tersebut ( operating assets ) yang dimaksud dengan
     operating assets yaitu semua aktiva yang digunakan dalam
     kegiatan usaha atau memperoleh penghasilan yang rutin
     atau usaha pokok perusahaan.
    Rumusnnya adalah sebagai berikut : Lba usaha x 100 %                                                                                                                                                             
                                                               Aktiva usaha
b.      Rasio rate of return on investment ( ROI )
Rasio ini dapat diukur drngan perbandingan antara laba
sebelum pajak dengan jumlah aktiva yang digunakan. Ratio
ini menunjukan kemampuan dari modal dan diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan
investor.dan rumusnya adalah sebagai berikut : Rate of ROI :
Laba sebelum pajak x 100 %                                                                                                                                                                                    
Aktiva usaha
c.       Profitabilitas Ekonomis
       Profitabilitas ekonomis yaitu perbandingan antara laba dengan modal sendiri untuk menyediakan keuntungan bagi pemilik perusahaan semakin meningkat ratio ini akan semakin baik, karena laba yang diperoleh perusahaan akan semakin tinggi. Dan rumusnya adalah sebagai berikut : Profitabilitas Ekonomis:
Laba usaha x 100%                                                                                                                                                                                     Modal sendiri  
C. Laporan keuangan sebagai dasar pengukuran
            Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat di gunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan.
            Untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan keuangan suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut perlu mengadakan
 interprestasi atau analisis terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan dan data tersebut akan tercermin dari laporan keuangan, sehingga dapat diketahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
            Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan dalam menganalisis laporan keuangan yaitu dengan menggunakan alat ukur profitabilitas. Dengan menggunakan alat ukur ini, dapat diketahui perkembangan perusahaan, apakah perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau penurunan dalam tingkat profitabilitas. Tingkat


23
 profitabilitas akan dapat diketahui dengan cara menganalisis dan menginterprestasikan
 laporan keuangan perusahaan bersangkutan dengan menggunakan metode atau teknik analisa yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.
            Dengan laporan keuangan perusahaan dapat menentukan atau menilai posisi keuangan suatu perusahaan, dimana dengan hasil analisis tersebut pihak – pihak yang berkepentingan dapat mengambil keputusan. Dengan demikian jelaslah bahwa laporan keuangan merupakan dasar perhitungan profitabilitas, hal ini dilakukan dengan melihat kemajuan atau kemunduran dari suatu perusahaan.


BAB III
METODE PENELITIAN

1. Metode penelitian
            Metode merupakan suatu cara atau langkah – langkah yang harus dilalui dengan menyelesaikan suatu masalah. Dalam menyusun laporan penelitian perlu mencari dan mengumpulkan data serta informasi yang sesuai dengan sifat permaslahannya dan berkaitan dengan tujuan penulis agar dapat suatu susunan data yang lengkap untuk dipakai sebagai dasar pembahasan.
            Dalam melakukan penyusunan skripsi ini, penulis melakukan metode deskriptif kuantitatif, yaitu melakukan penelitian untuk memperoleh fakta dan data sekunder maupun primeer yang diperlukan.
            Menurut Winarno Surakhmad (2001:140) menyatakan metode deskriptif adalah sebagai berikut :
            Bentuk penyelidikan deskriptif adalah menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya tentang situasi yang dialami saling berhubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang nampak, atau tentang suatu proses yang sedang muncul kecenderungan yang nampak. Pertentangan yang merunncing dan sebagainya.
            Berdasarkan dengan hal diatas, maka metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif yaitu penelitian terhadap suatu objek dengan tujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual mengenai fakta – fakta dan hubungan antara fenomena yang diselidiki.
2. Operasional Variabel 
            Menurut Sugiyono (2007: 19) dalam bukunya metode penelitian administrasi menyatakan variabel adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang maupun objek yang mempunyai variasi tertentu yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
            Berdasarkan judul penulis ajukan yaitu analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas. Maka dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa judul tersebut merupakan variabel mandiri, dan mempunyai indikator variabel sebagai berikut :





3. Tenkik pengumpulan data
            Tenik pengumpulan data ini merupakan langkah penting dalam suatu penelitian untuk memperoleh data yang sistematis, terarah, dan sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
            Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diambil dari dua sumber yaitu :
            1. sumber primer adalah sumber yang langsung memberikan data kepada pengumpulan data. Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data ini adalah :
                a. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data dengan cara
                  tanya jawab antara penulis dengan pihak yang memberikan
                  informasi dengan perusahaan yang dapat diketahui masalah
                  khusus yang dihadapi.
                b. Angket, merupakan teknik pengumpulan data dengan
                  menggunakan daftar pertanyaan mengenai hal – hal yang
                  berhubungan dengan masalah yang diteliti, yang telah disusun
                  sebelumnya.
  1. Sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung
            memberikan data kepada pengumpul data. Teknik yang digunakan
dalam pengumpulan data ini adalah sebagai berikut :
a.       Penelitian kepustakaan
Penelitian merupakan teknik pengumpulan data, secara tidak
langsung terhadap objek yang diteliti dimana penelitian
26
dilakukan dengan cara membaca,mengutip,dan menelaah serta
mengidentifikasi berbagai literatul,catatan kuliah, buku – buku
lainnya yang berkaitan dengan penelitian.
b.      Dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data dari barang
 – barang tertulis mengenai hal – hal atau variabel seperti
dokumen, majalah, catatan harian, peraturan – peraturan dan
sebagainya.
4. Teknik Pengolahan Data
            Setelah data yang diperlukan diperoleh melalui teknik – teknik pengumpulan data, data tersebut penulis susun kemudian diolah agar menjadi data yang akurat, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dapat dipahami oleh semua pihak. Pengolahan data dapat dilakukan melalui perhitungan ratio dengan rumus sebagai berikut :
            1. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
                Laba usaha x 100 %
                Aktiva usaha
            2. Rasio rate of return on investement ( ROI )
                Laba bersih ( sebelum pajak ) x 100%
                Jumlah aktiva usaha
            3. Rasio Profitabilitas Ekonomi
                 Laba Usaha x 100 %
                      Modal                                                                                                                                      
5. Teknik analisis data
            Teknik analisis data dilaksanakan melalui rasio profitabilitas perusahaan yang berstandar pada laporan financial, baik daftar neraca maupun laba rugi.
            Menurut S Munawir (2000:640) dalam bukunya analisis laporan keungan mengemukakan bahwa :
Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan (
mathematical relationship ) antara suatu jumlah tertentu dengan
jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa
rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran baik atau
buruknya keadaan posisi keuangan suatu perusahaan terutama
apabila rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio
pembanding yang digunakan sebagai standar
Berdasarkan hasil perhitungan baik secara rasio laba usaha dengan aktiva usaha, rasio rate of return on investment ( ROI ), dan profitabilitas ekonomis, untuk dianalisis tingkat profitabilitas mana yang paling besar hasilnya.
27
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran umum perusahaan
1. Sejarah singkat perusahaan
            Pada mulanya perusahaan listrik negara diindonesia, sudah dimonopoli oleh pihak swasta Belanda, kemudian setelah Indonesia merdeka tepatnya pada tahun 1957, baru pengambilalihan perusahaan – perusahaan milik asing kekuasaan pemerintah republik Indonesia. Maka secara berangsur – angsur pengusahaannya tercapai dalam tahun 1960.
            Setelah melalui proses pemindahan atau nasionalisasi dari GEBEO maka perusahaan listrik negara menjadi perusahaan milik negara yang bernama PLN, republik Indonesia berdasarkan UUD 1945. berdasarkan informasi yang penulis terima, sejarah singkat PLN terbagi kedalam tiga fase, sebagai berikut :
Fase Pemerintah Hindia Belanda ( 1905 )
            Pada fase pemerintahaan hindia belanda, diawali dengan berdirinya bandoeng electriciteit maatschapijj ( BEM ), yang bertugas membuat atau membangun jaringan listrik kota bandung pada tahun 1913. kemudian 1919,berdiri pula land waterkracht beddrijr (LWB ) yang memiliki tugas lebih luas dibidang pengusahaan pembangkit dan penyaluran tenaga listrik dengan wilayah kerja diseluruh Indonesia.
            Tanggal 31 Desember 1919 dibuat akte pendidikan perusahaan pelistrik no 213 dihadapkan notaries Mr. Andrian Van Ophuyen di batavia. Setelah itu BEM dilebur menjadi GEBEO yang berdiri di Bandung pada tanggal 1 januari 1921.
Fase pemerintahan jepang
            Pada masa ini, pendistribusian tenaga listrik diusahakan oleh jawa” denki djogyo sha bandoeng shi sa “ sedangkan untuk pembangkitan dan penyaluran dilakukan oleh dua instansi, yaitu seibo denki djogyo sha pada periode 1942 - 1945 dan oleh denki kosha pada periode 1943 – 1945
Fase pemerintahan republik Indonesia
            Pada masa revolusi perjuangan fisik, pelistrikan ditanah air telah dipegang oleh pemerintah Republik Indonesia, melalui djawatan listrik.
            Pada tahun 1948 belanda masuk, maka pemerintahan Republik Indonesia hijrah ke jogjakarta, pengusahaan dan pendistribusian tenaga listrik khususnya di jawa barat termasuk jakarta, diusahakan oleh GEBEO kembali.



28
            Sedangkan pembangkit dan penyebaran tetap dikuasai dan dikelola oleh pemerintahan Republik Indonesia, yaitu oleh pemerintahan atau perusahaan negara untuk pembangkit listrik disingkat PENUSPETEL.
            Pada tahun 1957 terjadi nasionalisasi perusahaan milik asing, yang menyebabkan GEBEO diambil alih pada tanggal 27 desember 1957.
            Sehubungan dengan nasionalisasi ini, maka pada tahun 1958 dikeluarkan peratuaran pemerintahan no 86 pada tahun 1958,peratuaran pemerintah no 18 tahun 1959, dan peraturan pemerintah pengganti UU no 19 tahun 1960 tentang perusahaan negara.
            Berdasarkan peraturan pemerintah no 16 tahun 1959 tersebut, maka GEBEO dibandung dinyatakan menjadi perusahaan milik negara. Selanjutnya melalui peraturan perusahaan umum listrik negara disingkat BPU – PLN.
            Kemudian berdasarkan peraturan pemerintah no 19 tahun 1965 dan peraturan menteri pekerjaan umum dan tenaga no 1/DPRT/1965 tanggal 21januari 1965, diadakan reorganisasi, dimana BPU – PLN dihapus dan tingkat daerah dibentuk susunan organisasi PLN yang disebut dengan Perusahaan Listrik Negara Eksploitas dan di jawa barat disebut dengan PLN Eksploitas XI yang berkedudukan dibandung termasuk cabang – cabangnya.
            Dalam peraturan pemerintah no 18 tahun 1972 mengenai perum listrik negara dalam bab I pasal I ayat I dan 2, disebutkan hal – hal yang menyangkut status PLN untuk jelaskan ayat – ayat tersebut yaitu :
  1.       PLN yang didirikan dengan peraturan no 30 tahun 1970 peraturan pemerintah ini ditegaskan statusnya menjadi suatu perusahaan umum ( PERUM ), sebagaimana yang termasuk dalam pasal 2 ayat 2 UU no 9 tahun 1669 dengan nama “ listrik negara “ yang selanjutnya dalam PP disebut perusahaan yang melakukan usaha – usahanya berdasarkan ketentuan – ketentuan dalam peraturan pemerintah.
  2.       Dengan berlakunya peraturan pemerintahan no 18 tahun 1978 tersebut, maka semua ketentuan dalam peraturan pemerintah no II tahun 1970 sepanjang anggaran tentang anggaran Dasar perusahaan umum listrik negara. ( PLN ), dinyatakan tidak berlaku lagi. Berdsarkan peraturan menteri PUTL no 013/PRT/1075 tanggal 19 september 1975, tentang organisasi tata kerja perusahaan umu listrik negara, maka PLN mengadakan reorganisasi yang menyangkut tugas dan wilayah kerja didaerahnya. Kemudian berdasarkan pengumuman no 05d/SEK/1975 tanggal 14 juli 1975, maka perum listrik negara eksploitasi XI disingkat PLN distribusi III dan berikiutnya diubah lagi menjadi “ perum listrik negara distrik jawa barat “, yang disingkat menjadi “ PLN distribusi jawa barat”.


29
2. Aktivitas Perusahaan
            Layaknya sutau perusahaan PT PLN memiliki maksud dan tujuan perusahaa, berdasarkan peraturan pemerintah no 23 tahun 1994 tanggal 16 juni 1994 mengenai perubahan status PLN dari perusahaan umum ( PERUM ) menjadi perusahaan perseroan ( PERSERO ), maka PLN memiliki maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dan sekaligus
    memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
2. mengusahakan menyediakan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu
    yang memadai yang berdasarkan kaidah bisnis yang sehat guna
    menjamin keberadaan dan pengembangannya dalam jangka panjang
    dengan tujuan untuk :
    a) Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan
         merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi.
    b)  Mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangan
         tenaga listrik untuk melayani kebutuhan masyarakat.
3. Merintis kegiatan - kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik yang
    belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi.
4. Menyelenggarakan usaha – usaha lain yang menunjang usaha
    penyediaan tenaga listrik sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
    Bidang usaha PLN, ditetapkan dengan peraturan Pemerintah no 17
    tahun 1990 vtanggal 28 mei 1990 pasal 6 ayat (1), (2). (3) :
Denagan memindahkan prinsip – prinsip ekonomi dan terjamin
keselamatan kekayaan negara, PLN menyelenggarakan penyediaan
tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, tranmisi dan
distribusi sampai titk pemakaian.
Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas perusahaan PT PLN adalah melakukan perencanaan dan perluasan penyediaan listrik dan pengembangan penyediaan listrik tenaga listrik.

3.         Struktur Organisasi dan job description PT PLN ( persero ) UPT
            GARUT
1.      Manajer
         Tugas dan fungsinya antara lain :
     a.   Memenuhi target bidang pemasaran
     b.   Memenuhi target bidang efesiensi
     c.   Memenuhi target mutu dan keandalan
     d.   Memenuhi target pelayanan
     e.   Memenuhi target kualitas sumber daya manusia
     f.    Menerima laporan dari masing – masing asmen
           (asisten manejer ) untuk disetujui atau tidak
     g.   Menandatangani surat keluar, memorandum, surat dinas, surat
           tugas, surat perintah kerja, dll
2.  Supervisor Pengendalian Keu dan Adm
     Tugas dan fungsinya antara lain :
a.       Mengurus masalah yang menyangkut kesejahteraan pegawai ( gaji, kesehatan, tunjangan, dll ).
b.      Mengatur dan membina staf yang berada dibawahnya agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing – masing.
31
c.       Mengendalikan pelaksanaan pembuatan surat keluar, surat masuk, pencatatan surat – surat dokumen serta pendistribusiannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
d.      Mengendalikan penggunaan anggaran pengeluaran serta memonitor anggaran pendapatan agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
e.       Memeriksa permintaan barang, ATK, dan bukti pembayaran baik kepada pegawai maupun kepada pihak ketiga.
f.       Mengawasi dan memeriksa buku kas harian, baik penerimaan maupun pengeluaran serta rekonsiliasi bank.
g.       Melakukan kegiatan pendanaan perusahaan baik opersional atau non opersional
h.      Melakukan perencanaan biaya yang harus dikeluarkan dan yang diterima dari kantor cabang
i.        Memonitor dan memeriksa serta mengevaluasi laporan keuangan ( laba / rugi, neraca, ratio keuangan, informasi tambahan )
j.        Membina hubungan baik dengan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan
C.Supervisor Pelayanan Pelanggan
 Tugas dan fungsinya antar lain :
a.         Menerima pendapatan calon pelanggan untuk jadi pelanggan PLN
b.         Menbuat perintah kerja atau peremajaan daya pelanggan
c.         Membantu dan mengarahkan kegiatan pemasaran dalam rangka  
       mengembangkan perusahaan
d.         Memantau pelaksanaan pelayanan dalam rangka menyusun   
       langkah pembinaan serta mencegah terjadinya penyimpangan
D.Supervisor Cater dan Pengelolaan Rekening
  Tugas dan fungsinya antara lain :
      a.    Memantau dan mengarahkan pemasaran sambungan pelanggan,
             alat pengukur, dan pembatas, dan jaringan tegangan rendah.
      b.    Memantau dan mengarahkan pemeliharaan bangunan dan
             halaman gardu, jaringan tegangan menengah.
      c.    Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembacaan meter
             pelanggan.
5.   Supervisor Pengendalian penagihan
             Tugas dan fungsinya antara lain :
a.        Merencanakan peningkatan pelayanan penagihan dan
      penerimaan pembayaran piutang pelanggan


32
b.        Menerima dan menyimpan piutang pelanggan dan daftarnya
c.        Menyiapkan nota tagihan atas piutang pelanggan
d.        Mengirim piutang pelanggan serta daftarnya kepada pelaksanaan pelayanan, penerimaan, pembayaran yang telah disediakan seperti : bank, kopersi, loket PLN, dll
e.        Melaksanakan penagihan dan pelayanan penerimaan pembayaran piutang pelanggan
f.         Mengirim rekening listrik yang diperbaiki dan menerima kembali rekening listrik setelah perbaikan
g.        Memproses piutang pelanggan
h.        Memantau dan mengawasi rekening listrik yang harus dilunasi dan yang belum dilunasi
i.          Melakukan pemeriksaan fisik terhadap rekening yang belum dilunasi
6.   Supervisor Distribusi
               Tugas dan fungsinya antara lain :
a.        Menerima surat perintah kerja atau peremajaan daya langganan
b.        Melakukan pemeliharaan gardu maupun jaringan
c.        Melakukan pelaksanaan teknik dalam rangka surat perintah baik perlusan jaringan atau penambahan gardu
7.   Supervisor sambungan pelanggan
                Tugas dan fungsinya antara lain :
a.         Melakukan survey calon pelanggan baru
b.        Memberikan laporan kepada manager dalam hal teknis calon pelanggan
c.         Melakukan sambungan calon pelanggan baru
8.   Supervisor Penertiban ( P2TL )
                 Tugas dan fungsinya antara lain :
a.       Melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melakukan
     pencurian listrik
b.      Menerima pembayaran atas pelanggaran terhadap KWH listrik
     yang dicuri masyarakat

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Hasil analisis Laporan Keuangan PT PLN ( perserto ) distribusi
    jawa barat dan banten UPJ GARUT 


33
               Sebelum penulis mengemukakan perhitungan analisis rasio profitabilitas terlebih dahulu akan penulis kemukakan laporan keuangan yang ada di PT PLN( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT.
Pada umumnya laporan keuangan yang ada pada PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT  terdiri dari neraca, dan laporan laba rugi per fungsi, dan laporan laba rugi per unsur.
               Laporan keuangan perusahaan, terutama neraca dalam laporan laba rugi merupakan dokumen utama yang menjadi bahan penelitian, karena masalah profitabilitas tergolong kepada salah satu kategori rasio – rasio neraca yaitu rasio yang semua datanya diambil atau bersumber pada laporan neraca dan laporan rugi laba. Dimana neraca menunjukan atau menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan,
pada tanggal tertentu atau menunjukan posisi kekayaan perusahaan, dan kewajiban keuangan perusahaan pada waktu tertentu, sedangkan perhitungan laporan rugi laba memperlihatkan hasil – hasil yang telah dicapai perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu atau menunjukan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dalam periode waktu tertentu.
2. Tingkat Profitabilitas Ekonomi di PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat  dan banten UPJ GARUT  
               Berdasarkan data – data yang berasal dari neraca dan daftar rugi laba PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT   per 31 desember 2006, 31 Desember 2007, dan 31 Desember 2008,maka penulis akan melakukan perhitungan analisis rasio profitabilitas. Untuk tahun yang bersangkutan perhitungan rasio – rasio profitabilitas yang penulis lakukan yaitu rasio laba usaha dengan aktiva usaha, Rate Of ROI dan rasio profitabilitas ekonomi.
a. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
               Rasio ini dilakukan dengan cara membandingkan laba usaha dengan aktiva usaha. Laba usaha yaitu keuntungan atau laba yang diperoleh dari kegiatan pokok, sedangkan aktiva usaha
( operating assets ) adalah semua aktiva yang digunakan untuk melakukan aktiva usaha.
      Analisis rasio laba usaha dengan aktiva usaha yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :






34
1. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha, untuk tahun 2006
      = laba usaha     x100 %
         Jumlah aktiva usaha
      = 43.337.240.349   x 100 %
         6.709.747.581
      = 645,88 %
2. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha, untuk tahun 2007
      = laba usaha     x 100%
         Jumlah aktiva usaha
      = 53.100.308.978    x 100%
          4.424.582.707
      =  1200 %
3. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha,untuk tahun 2008
      = laba usaha     x 100 %
         Jumlah aktiva usaha
      = 66.014.900.340   x 100 %
         3.527.463.384
      = 1871,45 %


Tabel
Rasio laba usaha dengan aktiva usaha

   Keterangan
          2006
             2007
           2008
Laba uasah
43.337.240.349.
53.100.308.978
66.914.900.340
Jumlah aktiva usaha
6.709.747.581
  4.424.582.707
3.527.463.384
Rasio laba usaha dengan aktiva usaha   
                                                   
645,88 %
1200%
1871,45
b. Rasio Rate Of Return On invesment ( rate Of ROI )
               Rate Of Return On invesnent ini menunjukan kemampuan perusahaan menggunakan aktiva usaha secara keseluruhan untuk menghasilkan laba bersih . diman Rasio Rtae On Invesment, akan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah aktiva usaha.
               Perhitungan analisis Rasio Rate OF Return On Invesment untuk PT PLN ( persero ) distribusui jawa barat dan banten UPJ GARUT   yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :




35
a.                               Rate Of Return On Investment, untuk tahun 2006

      = laba bersih ( sebelum pajak )     x 100 %
         Jumlah aktiva usaha
      = 43.764.534.206    x 100 %
          6.709.747.581
      = 652,25 %

b.                              Rate Of Return On Investment, untuk tahun 2007

      = laba bersih ( sebelum pajak )      x 100 %
      = Jumlah aktiva usaha
      = 53.547.039.778    x 100 %
      = 4.424.582.707
      = 1210,21 %

c.                               Rate Of Return On Investment, untuk tahun 2008

      = laba bersih ( sebelum pajak )     x 100 %
      = Jumlah aktiva usaha
      = 67.244.365.180   x 100 %
      = 3.527.463.582
      = 1906,30 %

3. Laporan sebagai alat  pengukur tingkat profitabilitas di PT PLN
 ( persero )distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT.
               Dari tabel diatas, rasio laba usaha dengan aktiva usaha PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 menunjukan hasil 645,88 % ini berati setiap Rp 100,- aktiva usaha dapat menghasilkan laba sebesar
Rp 645,88 .
               Kemudian pada tahun 2007, rasio ini mengalami kenaikan sebesar 1200 % . hal ini menunjukan bahwa penambahan aktiva usaha dapat menunjang terhadap laba usaha yang diperoleh PT PLN
 ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT sehingga mengakibattkan rasio ini naik.

37
               Sedangkan pada tahun 2008, rasio usaha dengan aktiva usaha ini mengalami kenaikan yaitu dari 1871,45 % untuk tahun 2007 menjadi untuk tahun 2008.jadi rasio ini naik sebesar 671,45 % . pada
tahun 2008 penurunan ini disebabkan karena adanya aktiva usaha yang tidak diikuti oleh bertambahnya laba opersi.
               Maka dari analisis ini dapat terlihat kemajuan PT PLN
( persero )distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT dari tahun 2006 – sampai dengan tahun 2008 khususnya mengenai profitabilitas.
               Dari tabel diatas bahwa Rasio rate of return on investment pada tahun 2006 menunjukan rasio sebesar 652,25 % , ini berarti bahwa jumlah aktiva usaha yang digunakan perusahaan sebesar Rp 100,- dapat menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp 652,25 % .
               Kemudian pada tahun 2007 rasio menunjukan adanya kenaikan sebesar 557,96 % dari tahun 2006 sebesar 652,25 % menjadi 1210,21 % pada tahun 2007. Ini berarti setiap Rp 100,- dapat menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp 1210,21. Aktiva usaha yang digunakan perusahaan dapat mengalami kenaikan dikarenakan bertambahnya laba usaha sebesar Rp 53.100.308.978,sedangkan aktiva usaha mengalami penurunan sebesar Rp 4.424.582.707,dengan begitu rasio ditahun 2008 mengalami peningkatan.
               Sedangkan pada tahun 2008 rasio menunjukan adanya penurunan sebesar 557,96 % yaitu dari tahun 2007 sebesar 652,25 % turun hingga 1210,21 % ditahun 2008, ini artinya bahwa setiap Rp 100,- aktiva usaha yang digunakan perusahaan dapat menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp 1210,21 %. terjadinya penurunan ini dikarenakan adanya penambahan aktiva usaha antara laba bersih dengan aktiva usahanya relatif kecil sehingga ditahun 2008 menunjukan kondisi perusahaan kurang baik, walaupun pada tahun 2007 PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT sudah mencapai hasil yang cukup baik.
               Dari analisis ini terlihat bahwa untuk memperbesar rasio rate of return on investment ini perlu diadakan usaha untuk mempertinggi efisiensi di sektor penjualan dan administrasi yaitu kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap.
               Dari tabel rasio profitabilitas ekonomis PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, pada tahun 2006 menunjukan rasio sebesar 1151,19 % ini berarti bahwa modal yang digunakan sebesar Rp 100,- dapat menghasilkan laba sebesar 1151,19 % sedangkan pada tahun 2007

38
rasio profitabilitas ekonomis yang dicapai mengalami penurunan sebesar 1052,08 % yaitu
 tahun 2006 sebesar 1151,19 % menjadi 99,11 % pada tahun 2007, yang artinya bahwa setiap Rp 100,-modal yang digunakan perusahaan dapat menghasilkan laba Rp 99 %. kemudian pada tahun 2008 rasio profitabilitas ekonomis mengalami kenaikan sebesar 824,57 % yaitu dari 99,11 % tahun 2007 menjadi 923 ,68% ditahun 2008. Ini berarti modal yang digunakan untuk kegiatan usaha setiap Rp 100,-dapat menghasilkan laba Rp 923,68
               Maka dari analisis yang penulis lakukan, untuk rasio profitabilitas ekonomis PT PLN( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, menunjukan bahwa penggunaan modal berpengaruh sangat kecil dalam keuntungan yang dicapai.
               Dengan menganalisis laporan keuangan dan melakukan perhitungan rasio pada  PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, maka kita akan dapat menentukan tingkat profitabilitas terlihat pada besar kecilnya rasio yang diperoleh PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, yang dapat dijadikan ukuran untuk menentukan tingkat profitabilitas perusahaan tersebut.
               PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, selalu mengukur tingkat profitabilitas ekonomi secara periodik.
               Maka hasil penelitian dapat menjawab permasalahan penelitian yaitu bahwa analisis laporan keuangan dapat dijadikan alat bantu manajemen dalam menentukan tingkat profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Aadapun untuk mengurangi penurunan rasio profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, diusahakan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban sehingga diperoleh kenaikan laba.












39

BAB V
KESIMPULA DAN SARAN
A. Kesimpulan
               Berdasarkan hasil dan pembahsan penelitian serta sajian teoritis mengenai analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas, maka sebagai penutup penelitian ini penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Pelaksanaan laporan keuangan yang dilakukan PT PLN
                     ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, yaitu       laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 desember.
Laporan keuangan terdiri dari neraca per periode dan laporan
 laba rugi per fungsi per periode. Angka rupiah yang disajikan
dalam laporan keuangan dinyatakan dalam rupiah penuh.
a.)  semua informasi yang penting ( materil ) agar laporan
keuangan jelas dan dapat dipahami
 b)   Tanggal Neraca
 c)   Periode yang tercakup oleh laba rugi, saldo laba,
       dan aruskas
 d)   Sifat kegunaan perusahaan
 e)   Rupiah sebagai mata uang yang digunakan untuk
       menyajikan pos – pos laporan keuangan
Penyajian informasi tambahan dan hal – hal penting harus diungkapkan secara terpisah. Angka – angka yang disajikan harus ditunjukan utuk tiga periode yang berurutan atas setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi psr fungsi. Apabila jumlah – jumlah yang diungkapkan dalam laporan keuangan tahun sebelumnya dengan tahun berjalan tidak
dapat diperbandingakan, maka jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tahun lalu harus disesuaikan. Hal – hal khusus yang menyangkut penyesuaian harus diungkapkan dalam catatan dalam laporan keuangan.
2.      Tingkat profitabilitas PT PLN
                     ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT   dariperiode 2006,2007,dan 2008 adalah sebagai berikut :
a. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha PT PLN
               ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 rasio ini    mengalami peningkatan sebesar 554,12 % yaitu dari 645,88 % pada tahun 2006 menjadi 1200 % pada tahun 2007. sedangkan pada tahun 2008 rasio ini mengalami penurunan yaitu dari 1200 % untuk tahun 2007
40

menjadi 1871,45  % untuk tahun 2008. jadi rasio ini turun sebesar 671,45% .
b. Rasio Rate Of Return Investment PT PLN
               ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 menunjukan adanya peningkatan sebesar 557,96 % dari tahun 2006 sebesar 652,25 % menhadi 1210,21 % pada tahun 2007. peningkatan ini dikarenakan bertambahnya laba usaha sebesar Rp53.100.308.987, sedangkan aktiva usaha mengalami penurunan sebesar Rp 3.424.582.707, dengan begitu rasio ditahun 2007 mengalami peningkatan. Sedangkan pada tahun 2008 rasio ini menunjukan adanya penurunan sebesar 696,09 yaitu dari tahun 2007 sebesar 1210,21 % turun hingga 1906,30 % pada tahun 2008.
terjadinya penurunan ini dikarenakan adanya penambahan aktiva usaha antara laba bersih dengan aktiva usahanya relatif kecil sehingga ditahun 2008 menunjukan kondisi perusahaan yang  kurang baik, walaupun pada tahun 2007 PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Sudah
 mencapai hasil yang cukup baik.                                                      
c.Rasio profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat
               dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 rasio ini mengalami penurunan sebesar 1052,08 % yaitu dari 1151,19 % pada tahun 2006 menjadi 99,11% pada tahun 2007, sedangkan pada tahun 2008 rasio ini mengalami penurunan yaitu dari 99,11 % untuk tahun 2007 menjadi 923,68 % untuk tahun 2008. jadi rasio ini turun sebesar 824,57 Maka untuk rasio profitabilitas ekonomis PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT menunjukan bahwa penggunaan modal berpengaruh sangat kecil dalam keuntungan yang dicapai.
3.      Berdasarkan analisis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa analisis laporan keuangan dapat mengukur tingkat profitabilitas PT PLN  ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT.










41
B.Saran

            Berkaitan dengan penelitian yang telah penulis lakukan, penulis
akan memberikan beberapa saran yang mungkin akan dijadikan
pertimbangan dalam upaya meningkatkan kemajuan rofitabilitas PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT kearah yan lebih
Baik.
            Dalam analisis rasio laba usaha dengan aktiva usaha. Rate Of Return On Investment dan rasio profitabilitas ekonomi yang penulis lakukan mengalami penurunan terutama pada tahun 2008. hal ini terjadi karena rendahnya volume penjualan rekening dibandingkan dengan ongkos – ongkos yang diperlukan, adanya efesiensi baik dalam pembelian maupun pemasaran, dan adanya kegiatan ekonomi yang menurun.
            Untuk memperoleh laba yang meningkat hendaknya dilakukan cara sebagai berikut :
Ø  Mengurangi biaya usaha relatif besar daripada pengurangan
            terhadap pendapatan.
Ø  Analisis rasio profitabilitas hendaknya dapat dipakai untuk lebih
            meningkatkan usaha
Ø  Analisis rasio profitabilitas hendaknya dapat membantu
            manajemen dalam pengambilan keputusan yang menyangkut
            upaya menghasilkan laba.


DAFTAR PUSTAKA



Ø  Bambang Riyanto (2003) Dasar – dasar Pembelanjaan perusahaan. Edisi
                        4 Yogyakarta : Penerbit BPPE.

Ø  Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) ( 2002 ). Standar keuangan . jakarta :
                        salemba empat

Ø  J. Fred weston & Thomas E Copeland ( 2005 ). Manajemen keuangan
                        edisi 9 Jakarta : Binarupa aksara

Ø  Suad Husana & enny Pudjiastuti ( 2002 ). Dasar – dasar manajemen
                        keuangan. Edisi 3. Yogyakarta : Akademik Manajemen

Ø  Perusahaan YKPN Sugiyono ( 1997 ) Metode penelitian Administrasi
                        Bandung VC ALVABETA.

Ø  S. Munawir ( 2000 ). Analisis Laporan Keuanga. Edisi 4 Yogyakarta :
                        Penerbit Liberty.

Ø  Winarno Surakhmad ( 2001 ) Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode
                         dan teknik Bandung : Tarsito

Ø  Zaki Baridwan ( 2006 ) intermedite accounting FE UGM Yogyakarta

0 Response to "KUMPULAN SKRIPSI EKONOMI MANAJEMEN KEUANGAN BANK 2014 "

Post a Comment

Agen Bola