kumpulan skripsi matematika PENERAPAN METODE RESITASI DENGAN MEDIA WORK SHEET UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 4 GERUNG PADA MATERI POKOK BANGUN RUANG


PENERAPAN METODE RESITASI DENGAN MEDIA WORK SHEET
UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR
SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 4 GERUNG
PADA MATERI POKOK BANGUN RUANG
TAHUN PELAJARAN 2010/2011


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Peningkatan kualitas harus dipenuhi melalui peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kependidikannya serta dibarengi dengan pembaharuan kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan zaman dan pembangunan, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Mulai tahun 2006, di dalam sistem pendidikan Indonesia diberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP). Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum  operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan  pendidikan yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kelender pendidikan dan silabus
Berdasarkan hasil observasi peneliti selama melaksanakan kegiatan PPL-KKN di SMP Negeri 4 Gerung. Diperoleh data-data  antara lain data tentang prestasi belajar kelas VIII, karateristik siswa, metode pembelajaran yang digunakan guru, dan karateristik materi matematika yang diajarkan kelas  VIII semester II di SMP Negeri 4 Gerung. Untuk data hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.1. Tabel nilai rata-rata siswa kelas VIII SMP N 4 Gerung 2 tahun berturut-turut
No.
Kelas
Tahunn Pelajaran
2009/2010
KKM
2010/2011
KKM
1
VIII A

69

76
2
VIII B

69

76
3
VIII C

69

76
4
VIII D

69

76
5
VIII E

69

76
6
VIII F
66,6
69

76

Tabel.1.2. Tabel ketuntasan belajar siswa kelas VIII SMP N 4 Gerung 2 Tahun berturut-turut.
No.
Kelas
Tahunn Pelajaran
2009/2010
2010/2011
1
VIII A


2
VIII B


3
VIII C


4
VIII D


5
VIII E


6
VIII F
66,25%


Data diatas menunjukan bahwa nilai rata-rata kelas VIII ..... memiliki presentase ketuntasan yang kurang memuaskan dibandingkan dengan kelas yang lainnya yang lebih tinggi. Sejalan hal tersebut, maka guru mata pelajaran matematika dituntut agar mampu mensiasati dan mencermati keadaan tersebut, dalam menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Dari hasil wawancara dengan guru bidang studi matematika di SMP Negeri 4 Gerung diperoleh informasi bahwa  selama ini pada umumnya guru lebih banyak menerapkan metode ceramah (konfensional), dan kurang aktifnya penggunaan metode resitasi serta media pembelajaran.
Sejak tahun 2006/2007 di SMP Negeri 4 Gerung sudah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam KTSP, kegiatan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa dan mengembangkan kretafitas siswanya. Atas dasar hal itulah diperlukan adanya variasi model pembelajaran. Selama ini pelajaran matematika di SMP Negeri 4 Gerung pada umumnya masih banyak disampaikan secara monoton.
Dalam KTSP pembelajaran lebih terpusat kepada siswa dengan bantuan beberapa komponen yang mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran. Komponen itu berperan dalam membantu siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Salah satu komponen yang memegang peranan penting dalam kelangsungan kegiatan pembelajaran adalah guru. Oleh karena itu, seorang guru dituntut mempunyai pengetahuan, keterampilan khusus dan sikap profesional.
Sehubungan dengan berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sudah selaknya sekarang guru beralih dari pandangan bahwa guru sebagai pemberi ilmu pengetahuan, siswa sebagai penerima yang pasif menjadi sebagai agen pembelajaran yang aktif dan guru sebagai fasilitator dan mediator yang aktif.
Metode merupakan salah satu komponen proses belajar mengajar yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengajaran, metode ini tidak berdiri sendiri melainkan sangat berkaitan erat dengan komponen-komponen lainya, misalnya kemampuan guru, cara mengajar, materi yang disampaikan, sarana dan prasarana dan sebagainya. Penggunaan metode yang tepat dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran sehingga pencapaian tujuan pengajaran dapat ditingkatkan. Hal ini senada dengan pernyataan Djamzah Zein (1990), yang menyatakan bahwa “ guru sebaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar  mengajar sehingga dapat dijadikan alat efektif untuk mencapai tujuan pengajaran demi meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar”.
Alat dan media merupakan sarana yang sangat penting bagi seorang guru bidang studi matematika dalam pembelajaran matematika. Alat pengajaran matematika seperti alat peraga menjadi subtansi pendidikan yang dapat menjadikan pokok bahasan matematika yang disampaikan tepat guna, dan bermakna. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia guru juga dituntut untuk mengembagkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersbut belum tersedia. Untuk itu guru harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (Hamalik dalam Arsyad, 2002):
a.       Media pembelajaran sebagai alat komunikasi guna lebih mengefetikan proses belajar mengajar
b.      Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
c.       Seluk-beluk proses belajar
d.      Hubungan antara metode mengajar dalam media pendidikan;
e.       Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran
f.       Pemilhan dan penggunaan media pendidikan
g.      Berbagai jenis alat dan tehnik media pendidikan
h.      Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran
i.        Usaha motivasi dan media pendidikan
Dari permasalahan diatas, maka peneliti akan mencoba melakukan penelitian dengan judul “ Penerapan Metode Resitasi Dengan Media Work Sheet Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII…. SMP Negeri 4 Gerung Pada Materi Pokok Bangun Ruang Tahun pelajaran 2010/2011”.
1.2.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:
  1. Apakah Melalui Penerapan Metode Resitasi Dengan Media Work Sheet Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII…. SMP Negeri 4 Gerung Pada Materi Pokok Bangun Ruang Tahun Pelajaran 2010/2011”? 
  2. Apakah Melalui Penerapan Metode Resitasi Dengan Media Work Sheet Dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII… SMP Negeri 4 Gerung Pada Materi Pokok Bangun Ruang Tahun Pelajaran 2010/2011”? 
1.3.  Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan yang dilakukan, sudah tentu ada tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.3.1.      Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII… SMP Negeri 4  Gerung Melalui Penerapan metode resitasi dengan media Work Sheet pada materi pokok bangun ruang
1.3.2.      Meningkatkan aktivitas siswa kelas VIII … SMP Negeri 4  Gerung Melalui Penerapan metode resitasi dengan media Work Sheet pada materi pokok bangun ruang
1.4.  Manfaat penelitian
1.4.1.      Siswa
Dengan menggunakan media secra tepat dan efektif  diharapkan dapat membangkitkan motifasi siswa dan aktifitas belajar siswa miningkat
Melatih siswa untuk lebih beraktifitas dalam mengikuti pelajaran serta menjadikan pribadi siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab.



1.4.2.      Guru
Diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran dann prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika
1.4.3.      Lembaga
Diharapkan hasil penelitian sebagai bahan pembanding dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen, sarana dan kualitas pembelajarn mata pelajaran matematika maupun  mata pelajaran yang lainnya
1.5.  Definisi Operasional
Agar diperoleh persepsi yang sama dalam menerjemahkan kata-kata istilah judul dalam penelitian yang berjudul: “ Penerapan Metode Resitasi Dengan Media Work Sheet Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 4 Gerung pada materi pokok Bangun ruang Tahun Pelajaran 2010/2011”. Mak berikut akan di jelaskan dari masin-masiing kata judul:
1.5.1.      Metode Resitasi/Penugasan
Metode adalah cara kerja yang bersistensi atau tehnik pelaksanaan (Depdikbud 1990). Sedangkan penugasan adalah tugas-tugas yang  diberikan oleh guru kepada siswa. Jadi metode penugasan adalah metode mengajar  dimana guru memberikan tugas kepada siswa berdasrkan pada petunjuk langsung dari guru yang sudah dipersiapkan sehingga dapat dajalani dengan baik demi tercapainya hasil belajar yang diharapkan.
1.5.2.      Madia Work Sheet
Media work sheet adalah lembaran yang memuat ringkasan materi yang tidak lengkap, tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa. Lembar kerja yang berisi, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas dan mempermudah daam memahami konsep matematika. Tugas-tugas yanng diberikan dapat berupa teori atu praktik.
1.5.3.      Aktivitas Belajar
Aktivitas belajar merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mmengerjakan tugas, dapat menjawab petanyaan guru dan bisa bekerja samadengann siswa lain serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
1.5.4.      Prestasi Belajar
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (yang telah dilakukan, dikerjakan) (Depdikbud, 1990). Jadi presatasi belajar siswa adalah perubahan tingkah laku yang dinginkan pada siswa yang mencakup bidang kognitif, efektif dan psiomotorik. Prestasi belajar siswa itu dapat berupa huruf atau standar angka (Sudjana, 1995 dalam ).
1.6.  Lingkup Penelitia
Adapun lingkup penelitian ini adalah :
1.6.1.      Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Gerung
1.6.2.      Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII  SMP Negeri 4 Gerung Tahun Pelajaran 2010/2011
1.6.3.      Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini terbatas pada Penerapan Metode Resitasi Dengan Media Work Sheet Dalam Meningkatkan Akivitas Dan Prestasi Siswa Kelas VIII  SMP Negeri 4 Gerung Pada Materi Pokok Bangun Ruang Thun Pelejaran 2010/2011


BAB II
KAJIA PUSTAKA
2.1.    Landasan Teori
2.1.1.  Tinjauan  Belajar 
Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya belajar karena merupakan hal yang sangat penting guna mencapai semua tujuan yang diinginka, akan tetapi kita perlu tau apa itu belajar, untuk hal ini kita dapa melihat beberapa pendapat para ahli:
Menuru Gagne (1970) belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan seseorang yang dicapai melaluui upaya orang itu, dan perubahan itu bukan diperoleh secara langsung dari proses pertumbuhan dirinyan secara alamiah.
Selanjutnya menurut Slameto (2010), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingakah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sejalan dengan Hamalik (2003) menjelaskan bahwa belajar dapat diartikan suatu proses perubahann tingkah laku individual melalui interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan Aqib (2003) belajar merupakan bentuk pertumbuahan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.
Berdasarkan semua definisi tentang belajar diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah  suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
2.1.2.  Prestasi belajar
2.1.2.1.Pengertian prestasi belajar
Prestasi belajar adalah hasil dari suatu kejadian yang telah dierjakan, diciptakan, baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah, 1994). Sedangkan (Nurkenca 1998 dalam Azwarudin 2006) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau telah diperoleh anak dalam bentuk nilai  mata pelajaran.
Sementara Sumartiah (1986) menyatakan prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang telah dicapai oleh anak dalam priode waktu tertentu. Pendapat yang sama mengenai prestasi belajar adalah hasil belajar yang diberikan oleh seorang guru bidang studi pada siswa (Arikunto, 1997).
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahawa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai yanng dinyatakan dalam bentuk angka ataupun pernyataan melalui proses penilaian terhadap tingkah laku dalam proses mengajar.
2.1.2.2.Faktor-faktor yang mempengarui prestasi belajar
Menurut (Djajadisastro dalam wahab 2005) terdapat tiga waktor yang mempengaruhi prestasi belajar.
1.      Faktor intern
Faktor intern adalah faktor yang ada pada diri siswa antara lain : faktor jasmani, bakat, konsentrasi, minat, dan alat indra.
2.      Faktor ekstern
Faktor ekstern adalan faktor yang berada diluar pelajar atau siswa dalam hal ini berupa fakator : keluarga, teman sebaya, masyarakat dan saran belajar.
2.1.3.  Metode resitasi/Penugasan
2.1.3.1.Pengertian metode resitasi/Penugasan
Metode penugasan merupakan tugas atau pekerjan yang sengaja diberikan kepada siswa yang harus dikerjakan atau dilaksanakan dengnan baik tugas itu diberikan kepada siswa untuk menyelesaikan tugas yang didasarkan petunjuk langsung dari guru yang sudah dipersiapkan sehingga siswa dapat menjalani secara nyata dan melaksanakan dari awal sampai tuntas (Mueslichatoen, 2003 : 181)

2.1.3.2.    Kabaikan dan kelemahan metode resitasi/penugasan
1.  Kebaikan
Metode pemberian tugas mempunyai beberapa kebaikan antara lain:
a.       pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan bakat dan minat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dann lebih otentik
b.      mereka berkesempatan mempupuk perkembangan dan keberanian untuk mengammbil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
c.       Tugas dapat meyakinkan tentang apayang dipelajari dari guru, lebih memperdaam, memprkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari.
d.      Tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mancari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi. Hal ini diperlukan sehubungan dengan abad informasi dan komunikasi yang maju demikian pesat dan cepatnya dan
e.       Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.

2.  Kelemahan
Beberapa kelemahan dari  metode pemberian tugas ini dalam pembelajaran adalah:
a.       Seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana meka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain, tampa mengalami peristiwa belajar.
b.      Adakalanya tugas itu sikerjakan oleh orang lain tampa pengawasan
c.       Apabila tugas terlalu diberikan atau hanya sekedar melepas tanggung jawab bagi guru, apabila tugas-tugas itu sukar dilaksanakan ketegangan metal mereka dapat berpengaruh, dan
d.      Karena tugas diberikan secara umum mungin seorang anak didik akan mengalami kesulitan karena sukar selalu menyelesaikan tugas dengann adanya perbedaan inividual. Kelemahan ini lebih dititik beratkan pada siswa, tetapi ada juga pada guru.
3.  Cara mengatasi kelemahan metode pemberian tugas
Ada beberapa cara untuk mengatasi kelemahan metode pemmberian tugas antara lain :
a.       tugas yang diberikan kepada siswa hendaklah jelas, sehingga mereka dapat mengerti apayang harus dikerjakan
b.      tugas yang diberikan kepada siswa dengan memperlihatkan perbedaan individu masing-masing
c.       Waktu untuk menyelesaikan tugas haruslah cukup
d.      Kontrol atau pengawasan yang sistimatis atas tugas yang diberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh
e.       Tugas yang diberikan hedaklah mempertibangkan :
1.      Menarik minat dan perhatian siswa
2.      mendorong siswa untuk mencari mengalami dan menyampaikan.
3.      diusahahakan tugas bersufat praktis dan ilmiah
4.      bahan pelajaran yang ditugaskan agar diambilkan dari hal-hal yang dikenal siswa
2.1.4.      Media work sheet
2.1.4.1.Pengertian media work sheet
Work sheet (lembar kerja) mengarahkan  siswa untuk siswa untuk dapat mempelajari bab-bab dalambuku ajar dan menyediakanperlatihan yang harus dikerjakan,pertanyaan yang harus dijawab,dan kegiatan lainya (Kemp 1994 Dalam Azwarudin 2006). Pada prinsipnya Work sheet (lembar kerja) sama dengan lembar kerja siswa, hanya saja pada work sheet (lembar kerja) terdapat pembelajaran inovasi dalam metode-metode pembelajaran hendaklah dipahami mempunyai dua aspek yang saling terkait, sama saja dua sisi darisebuah mata uang yang sama. Satu aspek adalah kemampuan para guru, seorang untuk menyesuaikan persediaan tingkah laku pembelajaran mereka sendiri untuk memenuhi peserta didik yang berkembang di dalam kelas; inilah komponen keterampilan pengajaran yang akan didiskusikan kemudian. Aspek yang satu lagi terdiri dari (a) prosedur atau tata cara yang digunakan guru dalam menyusun tugas-tugas untuk para peserta didik. Menyediakan struktur untuk berbagai cara partisipasi, cara ceramah kelolompok, diskusi kelompok kecil, pekerjaan perorangan, kegiatan-kegiatan proyek lain dan, (b) menyediakan intruksi tersurat kepada peserta didik untuk mendekati tugas belajar, merumuskan tujuan-tujuan dan prosedur-prosedur.
Merumuskan tugas-tugas belajar tidaklah mudah mendiktekan agar isinya terstruktur secara kaku. Para guru dapat merancang tugas-tugas yang melibatkan peserta didik dalam belajar menemukan atau dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial dimana hasil-hasilnya tidak tertutup.
2.1.4.2.Cara menyusun media work sheet
Adapun cara penyusunan media work sheet dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Membuat ringkasan materi
Ringkasan materi berupa pokok-pokok materi yang berfungsi sebagai bekal catatan harus sesuai dengan suplemen kurikulum  yang berlaku.
2.      Membuat contoh soal
Untuk mempermudah siswa memahami konsep-konsep matematikan diberikan contoh-contoh soal dan pembahasannya
3.      Membuat soal-soal tugas
Soal-soal tugas diberikan sebagai evaluasi hasil belajar soal-soal tugas dirancang sedemikian rupa dari soal-soal dasar yang menyatu pada kosep-konsep sehingga soal penerapan yang beragam
Lembar kerja dapat disusun oleh siapa saja sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki dan sepanjang tetap memenuhi kriteria-krteria seperti LKS disusun berdasarkan suplemen kurikulum yang berlaku memuat materi pokok, contoh soal, dan soal-soal latihan menarik/dipelajari siswa materi yang dipaparkan mudah dipelajari siswa.




2.1.4.3.Keunggulan dan kelemahan media work sheet
1.      Keungulan media work sheet
a.       Media work sheet dapat menimbulkan keaktifkan siswa, karena dapat bekerja menurut kemampuannya sehingga timbul kepercayaan diri sendiri
b.      Siswa atau kelompok yang pandai tidak dihambat dan siswa atau kelompok yang kurang pandai akan segera diketahui oleh guru dan kemudian diberi bimbingan.
c.       Respon belajar siswa meningkat sehingga konsep-konsep pelajaran lebih dikuasai.
d.      Guru akan lebih mudah menentukan bakat siswa.
e.       Siswa akan bekerja dengan bebas, tidak tergantung pada orang lain sehingga membantu perkembangan belajar siswa.
2.      Kelemahan media work sheet
Guru hanya dapat mempengaruhi kelas kecil, karena guru harus memperhatikan setiap individu (Hudoyono, 1979 Dalam...)





2.1.5.      Tinjaun tentang bangun ruang
1.      Kubus
Kubus merupakan sebuah bangun ruang yang dibentuk oleh enam persegi yang sama ukurannya. Penamaan suatu kubus berdasarkan titik sudutnya, berurutan dari bidang alas ke bidang tutup. Kubus di bawah ini disebut kubus ABCD.EFGH.
Gambar 2. 1
a.       Unsur-unsur kubus
Beberapa unsur kubus adalah sisi, rusuk dan titik sudut. Kubus mempunyai 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut.
1.         Sisi kubus
Sisi kubus adalah bidang persegi yang membatasi bangun ruang kubus.
Kubus ABCD.EFGH di atas dibatasi oleh bidang ABCD, ABFE, BCGF, CDHG, ADHE, dan EFGH. Bidang-bidang tersebut disebut sisi-sisi kubus ABCD.EFGH.
Gambar 2. 2
2.         Rusuk kubus
Rusuk kubus adalah ruas garis yang merupakan perpotongan dua sisi pada sebuah kubus. Rusuk kubus ABCD.EFGH di atas (gambar 2.2) adalah AB, BC, CD, AD, AE, BF, CG, DH, EF, FG, GH, dan EH.
3.         Titik sudut kubus
Titik sudut kubus adalah titik potong antara tiga rusuk pada kubus. Titik sudut ABCD.EFGH pada gambar 2.2 di atas adalah A, B, C, D, E, F, G, dan H.

b.      Diagonal bidang, diagonal ruang, dan diagonal pada kubus
1.         Diagonal bidang
Diagonal bidang kubus adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada setiap bidang atau sisi kubus.kubus mempunyai 12 diagonal bidang yang sama panjang. Diagonal pada kubus ABCD.EFGH adalah AC, BD, AF, BE, BG, CF, CH, DG, AH, DE, EG, dan FH.
Gambar 2. 3
2.         Diagonal ruang
Diagonal ruang pada kubus adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dalam satu ruang pada kubus. Kubus mempunyai 4 diagonal ruang yang sama panjang. Diagonal ruang pada kubus ABCD.EFGH adalah AG, BH, CE, dan DF.
         
                                       
Gambar 2. 4
3.         Bidang diagonal
Bidang diagonal pada kubus adalah bidang yang terbentuk  dari dua rusuk kubus yang saling berhadapan pada kubus. Kubus mempunyai 6 bidang diagonal yang sama luas, yaitu ABGH, BCHE, CDEF, ADGF, ACGE, dan BDHF.
Gambar 2. 5
c.       Jaring-jaring kubus
Apabila kubus diiris sepanjang rusuk EH, EF, FB, BA, HG, GC, dan CD, kemudian dinding-dinding (sisi-sisi) direbahkan mendatar, diperoleh bentuk seperti gambar 2.6. Bentuk itu dinamakan jaring-jaring kubus. (Ngapiningsih dkk, 2010:46)

2.      Balok
Balok merupkan bangun ruang yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Benda-benda tersebut, misalnya lemari, kalkulator, buku, tempat pensil, batu bata, bus, ruangan kelas, dan kemasan produk.
Saat merancang tempat pensil maupun kemasan pproduk perlu diperhatikan luas bahan yang akan digunakan. Setelah it, volume tempat pensil dan kemsan produk juga perlu diperhatikan. Untuk keperluan tersebut, diperlukan rumus luas permukaan dan volume balok. Bagaimannakah cara menentukan luas permukaan dan volume balok? Pada subbab ini akan dipelajari tentang balok dan oemecahan masalahnnya sehari-hari yang berkaitan dengan balok.
A.    Mengenal balok
Balok merupakan bangun ruang yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang. Setiap pasang persegi panjang sama bentuk dan ukurannya. Balok diberi nama menurut titik sudutnya, berurutan dari bidang alas bidang tutup. Balok dibawah ini disebut balok ABCD.EFGH
                           
B.     Unsur-unsur balok
Bagian-bagian bolok adalah sisi, rusuk, dan titik sudut. Balok mempunyai 6 sisi,12 rusuk, dan 8 titik sudut
1.      Diagonal  bidang, diagonal ruang, daan diagonal balok
a.      Diagonal bidang
Diagonal biddang merupakan ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada setiap bidang balok. Diagonal bidang balok dapat dikelompokan dalam tiga kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 4 diagonal bidang yang sama sama panjang. Perhatikan gambar dibawah ini.
Panjang diagonal bidanng balok ABCD.EFGH
AC = BD = EG = FH =
AF = BE = DG = CH = 
AH = DE = BG = CF =
b.      Diagonal ruang
Diagonal ruang balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang  berhadapan dalam satu ruang pada balok. balok mempunyai 4 ddiagonal ruang yang sama panjang, yaitu, AG,BH, CE, dan DF
AG = BH = CE = DF =
c.       Bidang diagonal
Bidang diagonal balok adalah bidang dalam balok yang terbentuk melalui dua rusuk balok yang saling berhadapan. Balok mempunyai 6 bidang diagonal. Pada balok ABCD.EFGH, bidang diagonalnya yaitu ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, AFGD dan BCHE
Luas bidang diagonal pada balok ABCD.EFGH:
Luas BDHF = Lua ACGE = AC x CG
Luas CDEF = Luas ABGH = BG x AB
Luas ADGF = Luas BCHE = BE x BC 




C.    Jaring-jaring balok
Jaring-jaring diatas merupakan salah satu bentuk dari jaring-jaring balok. balok dibetuk dari enam persegi panjang. Ada 3 pasang persegi panjang yang sama bentuk dan ukurannya.
D.    Panjang kerangka, luas permukaan, dan Volume balok
Diketahui ukuran balok ABCD.EFGH di samping adalah maka :
-          Panjang kerangka balok =
-          Luas permukaan balok =
-          Volume balok =
2.2.    Kerangka berpikir
Dalam proses pembelajaran matematika tidak terlepas dari suatu pendekatan pembelajaran. Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memiliki kemampuan kecakapan suatu pendekan atau strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam menyajikan materi sesuai dengan tujuan instruksionalnya.
Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal dalam pembelaran matematika khususnya materi pokok bangun ruang dan untuk meningkatkan pemahaman serta menumbuhkan sikap yang positif siswa terhadap pelajaran matematika perlu dilakukan proses belajar yang baik yaitu dengan menerapakan metode yang tepat dengan menggunakan media yang tepat pula sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang dipelejari.
Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan media sebagai perantara. Media dapat mewakili  apa yang kurang dari kalimat tertentu, bahkan keabstrakan dapat dikongritkan dengan kehadiran media sehingga siswa lebih mudah mencerna dari pada tampa bantuan media, salah satunya adalah  mengajar dengan media work sheet. Penerapan metode yang tepat dengan menggunakan media dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan ingatan, khayalan, kreativitas, motivasi dan minat siswa sehingga ketuntasan belajar dapat dicapai serta dapa meningkatkan pestasi belajar siswa.  Pada media work sheet ini akan disediakan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa secara berkelompok.
Pengajaran dengan media work sheet dengan menerapkan metode resitasi menarik karena pelaksaannya siswa berkesempatan menunjukan kemampuannya kepada siswa lain. Siswa bersama kelompoknya yang mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh gurunya akan merasa bangga dan senang, dan siswa bersama kelompoknnya yang belum bisa mengerjakan soal akan merasa tertantang sehingga akan merasa motivasi siswa untuk lebih giat belajar lagi. Dan akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar  siswa. Hal ini akan dicobakan pada siswa kelas VIII f SMP Negeri 4 Gerung tahun pelajaran 2010/2011.
2.3.    Hipotesis
Berdasarkan dari tinjauan pustaka dan kerang berfikir yang diuraikan diatas, dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:  " dengan diterapkan metode resitasi dengan media work sheet dapat meninggkatkan aktivitas dan pres tasi belajar siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Gerung pada materi pokok bangun ruang tahun pelajaran 2010/2011”.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classrom action ressearch). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan guru atau peneliti dalam kelas, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.(Wardani,dkk, 2003) karena permaslahan yang dihadapi dan diamati ole guru maka solusinya dirancang berdasarkan kajian teori pembelajaran dan imput dari lapangan. Disamping itu pelaksanaan tindakan juga dilakukan oleh guru sebagi obsever dan peneliti sebagai pengajar.
3.2.waktu dan Tempat Penelitia
3.2.1.      waktu
Penelitian ini dilakasanakan pada semester II kelas VIII Tahun Pelajarann 2010/2011
3.2.2.      Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Gerung
3.3.Faktor Yang Diteliti
Adapun faktor yang diteliti yaitu
3.3.1.      Faktor siswa
Fakor siswa yaitu : Melihat peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII F dengan melihat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal latihan dan evaluasi yang berkaitan dengan materi pokok bangun ruang, berupa tes hasil belajar
3.3.2.      Proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
Proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yaitu bagaimana iteraksi antara siswa dan guru saat proses belajar mengajar, yang berupa observasi: aktivitas siswa.
3.4.Prosedur Penelitian
Penelitian tiindkan kelas ini direncanakan dua siklus, dimana siklus I terdiri dari tiga kali pertemuan dan pada siklus II terdiri dari tiga kali peremuan dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) Perencanaan tindakan (2) pelaksanaann tindakan (3) Observasi, (4) evalusi tiindakan, (5) Refeksi.
Adapun tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas ini untuk tiap-tiap siklus adalah sebagai berikut:
3.4.1.      Siklus I
1.      Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini, kegiatan yang dilakukan didalam masing-masing siklus-siklus adalah kegiatan dalam bentuk proses pembelajaran menerapkan metode resitasi dengan menggunakan media work sheet pada masing-masing siswa dengan beberapa tahapan persipkan sebagai berikut, yaitu :
a.       mempersiapkan media work sheet yang akan diterapkan kepada siswa
b.      Peneliti mensosialisasika pembelajaran dengan metode resitasi dengan menggunakan  media work sheet yang akan diterapkan kepada siswa.
c.       Peneliti mempersiapkan skenerio pembelajaran.
d.      Membentuk kelompok dengan anggota 4 orang siswa dengan memperhatikan kemampuan masing-masing individu ( aktif dan pasif)..
e.       Menyiapka lembar observasi
f.       Menyusun tes hasil belajar dalam bentuk essay
2.      Pelaksanaan Tindakan
Adapun prosedur pembelajaran pada tindakan ini adalah sebagai berikut:
a.       Tahap pendahuluan dengann rincian sebagai berikut
·         Guru membagikan media work sheet kepada masing-maing siswa
·         Menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingiin dicapai pada pelajaran tersebut dan motivasi siswa untuk belajar.
·         Melakukan proses pembelajaran melalui penerapan metode resitasi dengan media work sheet.
b.      Tahap pengembangan dengan rincian sebagai berikut
·         Guru membimbing atau mengarahkan siswa sebelum mendiskusikan  materi dan tugas yang ada dalam media work sheet
·         Guru memberikan waktu selama 60 menit kepada setiap kelompok untuk mengerjakan tugas yang ada dalam media work sheet.
·         Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mengerjakan tugas yang terdapat didalam media work sheet serta memberikan kesempatan menyatakan hal-hal yang belum dipahami kepada teman yang sudah memahami atau langsung menanyakan kepada guru
c.       Tahap penerapan dengnan rinciannya:
·         Pada tahapan ini berlangsung setelah ditemukan konsep yang terkandung dalam materi yang dipelajari, kemudian guru memberikan kesempatan kepada masing-masing siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada didalam media work sheet dengan waktu yang ditentukan.
·         Selanjutnya setelah selesai mengerjakan soal-soal yang ada didalam media work sheet, maka setiap siswa diharapakan memeriksa kembali jawaban soal yang telah dikerjakan
·         Setelah diperkirakan semua siswa sudah selesai mengerjakan tugas/ soal-soal yang ada didalam media work sheet pada lembar jawaban yang telah tersedia, maka lembar jawaban tersebut dikumpulkan kepada  guru untuk dinilai.

3.      Observasi
Kegiatan observasi dilakukan pada setiap pembeajaran berlangsung dan dengan menggunakan lembar observasi.
4.       Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan dengan kegiatan ini adalah dengan memberikan tes prestasi yang terdiri 5 essay. Tes ini dikerjakan secara individual selama 60 menit
5.      Refleksi
Refleksi adalah mengkaji dari pelakasanaan pembelajaran dengan menggunakan media work sheet yang diterapkan dengan metode resitasi pada siswa berkelompok, hal ini digunakan untuk pelaksanaan siklus berikut.
3.4.2.      Siklus II
Siklus II diakukan apabila pembelajaran pada siklus I dinilai belum berhasil mencapai ketuntasan belajar dan proses belajar mengajar belum sesuai dengan apa yang diinginkan, sedangkan langkah-langkah yang diakukan pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I, hanya saja pada siklus II dilakukan perbaikan terhadap kekurangan pada sikklus I
3.5.Tehnik pengumpulan data
3.5.1.       Sumber data
Sumber data berasal dari seluruh siswa kelas VIII F SMP N 4 Gerung, seorang guru dan obsever
3.5.2.      Jenis data
Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini adalah
a.    Data kualitatif, adalah data yang didapat dari hasil observasi kegiatan guru dan aktifitas belajar siswa pada saat proses pembelajaran.
b.   Data kuantitatif adalah data yang didapat dari hasil evaluasi atau ulangan pada  siswa yang berkaitan dengan bamgun ruang.
3.5.3.      cara pengumpulan data
a.       Data belajar diperoleh dengan cara memberikan tes evaluasi atau ulangan pada setiap akhir pembelajaran  tiap-tiap siklus.
b.      Data hasil observasi terhap pelaksanaan (tindakan guru) akan diambil dengan melakukan obsevasi terhadap tindakan guru dalam proses belajar mengajar. Hal ini akan diperoleh dengan mengisi lembar observasi yang telah disusun, yang mana pengambilanya dilakukan oleh guru.
c.       Data hasil observasi terhadap kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar dengan melakukan observasi terhadap kegiatan siswa. Hal ini akan diperoleh dengan mengisi lembar observasi yang telah disusun,yang mana pengabilanya dilakukan oleh guru.
3.6.Instrumen Penelitian
Instrumen yang dilakuka dalam penellitian ini adalah:
1.      Lembar obsevasi
2.      Test
3.7.Tehnik analisis data
3.7.1.      Data aktivitas guru
Setiap indikator perilaku guru pada peneitian ini, penelitianna berdasarkan kriteria berikut :
BS ( baik sekali ) : Jika 3 (semua) deskriptor   yang nampak
B (Baik)               : jika 2 (Dua) deskriptor yang nampak
C (Cukup)            : Jika 1 (Satu) deskriptor yang nampak
D (Kurang)          : Jika tidak ada deskriptor yang nampak
3.7.2.      Data aktivitas belajar siswa
Setiap indikator perilaku siswa pada peneitian ini, cara pemberian skornya berdasarkan pedoman berikut berikut :
Skor 5      : diberikan jika 81%-100% (jumlah siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 4      : diberikan jika 61%-80% (jumlah siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 3      : diberikan jika 41%-60% (jumlah siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 2      : diberikan jika 21%-40% (jumlah siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 1      : diberikan jika 0%-20% (jumlah siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Untuk mengetahui aktivitas dalam pembelajaran, maka hasil data hasil observasi yang berupa skor diolah dengan rumus :
Keterangan:
A                        = Skor rata-rata aktivitas belajar siswa
      = Jumlah skor aktivitas belajar seluruhnya
I              = Banyaknya item
Skor maksimal ideal merupakan skor tertinggi aktivitas siswa yang diperoleh apabila semua indikator yang diamati nampak yaitu skor 4 untuk kategoriaktivitas siswa,ditentukan oleh terlebih dahulu Mi dan Sdi dengan rumus
Keterangan:
Mi           = Mean ideal
Sdi          = Standar deefiasi
Tabel 3.2. pedoman skor standar aktivitas belajar siswa
Interval
Kategori
AS ≥ Mi + 1,5 SDi
Mi + 0,5 SDi ≤ A < Mi + 1,5 SDi
Mi - 0,5 SDi ≤ A < Mi + 0,5 SDi
Mi - 1,5 SDi ≤ A < Mi - 0,5 SDi
A < Mi - 0,5 Sdi
Sangat Tinggi
Tinggi
Cukup tinggi
Kurang tinggi
Sangat kurang tinggi

Keterangan : AS = Aktivitas siswa ( Nurkancana dalam Azwrudin 2006 )
3.7.3.      Data prestasi belajar siswa
Untuk mengetahui prestasi belajar siswa, hasil tes belajar dianallisis secara deskriptif, yaitu menemukan skor rata-rata hasil tes. Analisis urtuk mengetahui prestasi belajar, dirumuskan sebagai berikut:
1.      Nilai rata-rata kelas
Keterangan :
M = Mean rata-rata
X  = Skor yang diperoleh masing-masing siswa
N  = Banyak nya siswa
2.      Ketuntasn individu
Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥ 70. Nilai ketuntasan minimal  sebesar 70 dipilih karena disesuaikan dengan KKM mata pelajaran matematika unttuk materi pokok bangun ruang.
3.      Ketuntasan klasikal
Keterangan :
KK     = ketuntasan klasikal
X        = Jumlah yang tuntas secara individu
N        = jumlah keseluruhan siswa
Sesuai dengan petunjuk teknis penilaian kelas dikatakan tuntas secara klasikal terhadap materi yang disajikan jika ketuntasan klasikal mencapai ≥ 85%
3.8.Indikator kerja
Yang menjadi indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
a.       Prestasi belajar dikatakan meningakat apabila rata-rata tiap siklus meningkat dan rata-ratanya minimum 85%
b.      Akttivitas belajar siswa dikatakan meningkat apabila dalam proses pembelajaran terlihat adanyapeningkatan aktivitas belajar siswa dan minimum aktivitas belajar siswa berkateggori meningkat. 

16 Responses to "kumpulan skripsi matematika PENERAPAN METODE RESITASI DENGAN MEDIA WORK SHEET UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 4 GERUNG PADA MATERI POKOK BANGUN RUANG"

  1. Assalamualaikum...
    maaf, bisa mnta tolong diberikan contoh angket observasi da RPP nya tidak ya?
    terima kasih,,

    ReplyDelete
  2. bleh neng Ana Iska, kenpa tidak,,,mlh sy kch Bab 4 sm bab 5 juga,,,krimin ja alamat emailnya,,,

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum...
    maaf, bisa mnta tolong diberikan contoh angket observasi, abstract,bab 4 dan 5 tidak ya? serta buku untuk referensinya apa ya?
    trims sebelumnya...

    ReplyDelete
  4. Budi Harsono : bleh bgt gan,,,krimin j ya emailnya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga minta dong mas
      Ini email saya afifagoes247@gmail.com
      Terima kasih

      Delete
  5. salam kenal,, saya putri.
    Bisa kirim ga ke email saya juga. Putri_Chendana@yahoo.co.id
    makasi

    ReplyDelete
  6. PUTRI: SUDAH SAYA KIRIMKAN ..cek emainya ya,,terima kasih untuk kunjungannya

    ReplyDelete
  7. abious@ymail.com
    mohon minta bab 4,5 ya mas bro...
    maturnuwun//
    salam kenal abi

    ReplyDelete
  8. abi : sebelumnya terima ksih sudah berkunjung,,,,sudah krimin sob,,silahkan cek email ya?,,trims ,,

    ReplyDelete
  9. Gan minta tolong dikirim ke email saya vike_voenya@yahoo.com ,buat referensi tugas kuliah.terimakasih.

    ReplyDelete
  10. assalamualaikum
    maaf minta tolong boleh gak?
    boleh tau gak apa aj buku referensi yang terkait dan daptanya dri mana saja?
    hehehheheh kirim ke email tarudin@gmail.com
    mohon y mas,...

    ReplyDelete
  11. tolong yang mas, kasih jawabannya. heheheh penting banget buat skripsi tahun ini.
    buku refrensinya apa aj dan nyari buku refrensinya dmn aja....

    email : tarudin@gmail.com

    ReplyDelete
  12. assalamualaikum..
    maaf mas, boleh minta tolong dikirimin buku referensi mengenai metode resitasi, keunggulan, kelemahan, serta cara mengatasi kelemahan metode tersebut.

    email: mus15tofa@gmail.com

    ReplyDelete
  13. boleh dung pepen juga minta ni imail pepen pendrisupratmanto@yahoo.com
    bab 4 & 5 + buku refrensinya

    ReplyDelete
  14. assalamualaikum...maaf boleh minta tolong dikirimin buku referensi mengenai metode resitasi, keunggulan, kelemahan, serta cara mengatasi kelemahan metode tersebut trs buku refrensi media work sheet email ke fyuairi@yahoo.com mks.

    ReplyDelete
  15. Assalamualaikum.....
    maaf mas sebelumnya
    boleh mintak tolong dikirimin buku referensi dan boleh tau gak apa aj buku referensi metode resitasi dan media work sheet yang terkait dan daptanya dri mana saja?

    ini email saya
    nurendahratnasari99@yahoo.com

    ReplyDelete